Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) mempersiapkan upaya pengendalian inflasi dalam menghadapi periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri di Sulawesi Utara (Sulut).
"Melalaui High Level Meeting TPID pertama di tahun 2025, khusus membahas upaya pengendalian inflasi jelang Idul Fitri di Sulut," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Andry Prasmuko, di Manado, Selasa.
Dia mengatakan kinerja perekonomian Sulawesi Utara di tahun 2024 menunjukkan capaian yang memuaskan, dengan inflasi Sulut menduduki peringkat terendah kedua secara nasional.
Secara historis, angka inflasi pada periode Ramadhan dan Idul Fitri di kota-kota, Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat cenderung lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun berjalan, khususnya pada komoditas pangan.
Di samping itu, katanya, daerah kepulauan juga mencatatkan kenaikan harga komoditas yang cenderung lebih tinggi mengingat terdapat faktor jarak yang harus ditempuh dalam pendistribusian barang.
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili oleh Asisten Daerah II Tahhs Gallang mengatakan pentingnya dilakukan upaya pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga terlebih dalam masa memasuki bulan Ramadhan dan HBKN Idul Fitri yang cenderung menyebabkan kenaikan dari sisi permintaan.
Ia menjelaskan terdapat lima aksi yang dapat dilakukan sebagai upaya pengendalian inflasi menjelang HBKN Idul Fitri, yaitu melakukan identifikasi terhadap potensi peningkatan konsumsi, melaksanakan sidak pasar secara berkala.
Kemudian, katanya, melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM), kerja sama antar daerah untuk optimalisasi jalur distribusi, dan mencermati perilaku serta karakteristik konsumsi.