Manado (ANTARA) - Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut), Ronald Kandoli mengajak semua pemangku kepentingan di kabupaten tersebut menjaga keamanan dan mewujudkan toleransi.
"Menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya Pemerintah atau aparat keamanan," ujar Bupati Ronald di Kabupaten Minahasa Tenggara, Senin.
Polres Minahasa Tenggara (Mitra) bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menginisiasi penandatanganan kesepakatan bersama menjaga keamanan, kerukunan, dan Kedamaian di Kabupaten Minahasa Tenggara.
Bupati mengajak semua pihak lebih aktif berperan serta dalam menjaga keamanan, mulai mengedepankan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Warga juga diharapkan melaporkan segala bentuk gangguan keamanan, serta berperan serta dalam kegiatan dialog antar umat beragama dan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan.
"Kami memberikan apresiasi dan terima kasih atas kerjasama seluruh pihak yang terlibat," ujarnya.
Sementara itu Kapolres Minahasa Tenggara, AKBP Handoko Sanjaya mengatakan, penandatanganan kesepakatan bersama menjaga keamanan dan ketertiban tersebut bertujuan mempererat persatuan, menciptakan stabilitas sosial, serta menjaga suasana yang aman, rukun, dan damai di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara.
"Kesepakatan ini merupakan wujud nyata sinergi antar pihak untuk mencegah potensi konflik, memupuk toleransi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang berbasis Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," jelas Kapolres Mitra.
Kegiatan tersebut adalah sebagai langkah nyata untuk memperkuat fondasi kerukunan dan investasi masa depan generasi mendatang untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan damai di Minahasa Tenggara.
Kegiatan digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Molompar, Kecamatan Belang, tersebut dihadiri oleh Kapolres Minahasa Tenggara AKBP Handoko Sanjaya, Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli, Ketua DPRD Minahasa Tenggara Sopiah Antou, Kejari Minahasa Selatan Albertus Roni Santoso, Dandim 1302/Minahasa yang diwakili oleh Danramil Belang Kapten Inf. Noby Rori, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta warga masyarakat.
Sebelumnya, pada pekan lalu pecah perkelahian antara warga Desa Watuliney dan Desa Molompar, Kecamatan Belang, pemerintah daerah berharap warga tetap tenang serta tidak terprovokasi.

