Manado, (Antaranews Sulut) - Pusat standarisasi dan kelembagaan informasi geospasial (SKIG) dan Badan Informasi Geospasial (BIG), Rabu, bersama Komisi VII DPR-RI melakukan sosialisasi UU informasi geospasial (IG), di Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi.
"Di era keterbukaan seperti sekarang ini, mengharuskan negara menyiapkan SDM di bidang IG yang handal, dan bersertifikat," kata Kepala Pusat PSKIG BIG, Suprajaka, di Fakultas Pertanian Unsrat Manado, Rabu.
Suprajaka mengatakan, sekarang ini masih dibutuhkan 27.500 SDM di bidang IG, karena itu jika tidak, maka nanti malah akan masuk SDm dari negara tetangga yang sudah berlisensi, dan Indonesia malah menjadi tamu di rumah sendiri.
Apalagi katanya, saat ini kondisi simpul jaringan IG di daerah, kalah bersaing dengan Singapura, padahal luas wilayah maupun potensi SDA dan SDM Indonesia lebih maju.
"Karena itu, maka BIG menginisiasi dan berkoordinasi dengan kelompok serta pemerintah di daerah, agar dapat menjadi simpul jaringan IG di daerah, yang dalam
pelaksanaanya, bekerja sama dengan Pusat Pengelolaan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) yang ada di Perguruan Tinggi di daerah," katanya.
Sementara anggota Komisi VII DPR-RI, Bara Krishna Hasibuan, mengatakan, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa masa depan, harus meningkatkan kemampuan SDM, maka sosialisasi UU tersebut harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.
"Karena sekarang semuanya sudah tidak ada batas, semua kejadian diluar negeripun bisa diketahui dengan cepat, sehingga persaingan makin kompetitif, maka mahasiswa harus punya literasi dalam penguasaan teknologi," katanya.
Bara Hasibuan juga mengatakan, saat ini DPR-RI khususnya komisi VII terus mendorong perkembangan riset dan teknologi, dimana untuk itu sudah menganggarkan dana untuk Ristek 0.02 persen dari APBN.
"Dan BIG dengan segala keterbatasannya tetap optimal memberikan manfaat bagi masyarakat dengan IG, termasuk pemetaan lahan pertanian, maka semua penjelasan harus dicermati agar bisa dimanfaatkan dengan benar," katanya.
Sementara Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Prof. Robert Molenaar, mengatakan, mahasiswa yang merupakan generasi penerus harus proaktif dalam memanfaatkan dengan baik perkembangan teknologi, diantaranya teknologi IG, karena data yang andal, bisa dipertanggungjawabkan dan dibagikan kepada sesama. ***1***

