Manado (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus mengatakan, natal tahun ini mengingatkan bahwa kasih adalah kekuatan yang menembus batas.
"Kasih adalah suara Tuhan yang berbisik di relung jiwa, mengajak kita membuka hati, merangkul sesama, dan menyalakan kembali terang di tengah dunia yang letih," kata Gubernur Yulius di Manado, Kamis.
Seperti lilin yang rela meleleh untuk menerangi sekelilingnya, demikianlah makna Natal yang sejati.
"Ketika kasih Kristus hadir bukan hanya untuk dirayakan, tetapi untuk dihidupi dalam tindakan nyata, memberi tanpa pamrih, menguatkan yang lemah," ujarnya.
Makna natal menurut Gubernur, menghibur yang berduka, serta membawa terang pengharapan di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat, agar melalui hidup kita, damai sejahtera dan kasih Allah semakin nyata bagi semua orang.
Di tengah sukacita Natal, kata Gubernur, mengingatkan saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang memeluk duka akibat bencana alam.
"Dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita berdiri sepenanggungan dan seperjuangan, mengulurkan tangan, menyatukan doa, dan meyakini di balik luka, Tuhan menumbuhkan harapan baru," katanya menambahkan.
Gubernur menambahkan, bagi masyarakat Sulawesi Utara, bagi Indonesia yang dicintai, Natal membawa pesan yang sama, bahwa kasih adalah jembatan yang mempersatukan, kekuatan yang memulihkan, dan cahaya yang menuntun langkah menuju masa depan.
"Hindari provokasi yang memecah belah, junjung tinggi torang samua basudara (kita semua bersaudara) karena torang (kita) Sulut cinta damai," sebut Gubernur.

