Manado, (ANTARA Sulut) - Tinggal dua buah kapal angkutan penumpang dan barang beroperasi di Pulau Miangas, Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara dari empat kapal sebelumnya.
"Kapal perintis yang aktif melayani tinggal KM Maliku Nusa dan KM Berkat Taloda. Kapal lainnya seperti KM Daraki Nusa dan KM Sangiang, belum beroperasi," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Sulawesi Utara, Parlindungan Tampubolon di Manado, Minggu.
Dia menambahkan, khusus KM Sangiang yang dioperasionalkan PT Pelni, pihaknya masih akan melakukan koordinasi lagi untuk mengetahui penyebab belum difungsikannya kapal tersebut.
Sebab menurut dia, kurangnya armada yang melayani Pulau Miangas dan pulau-pulau kecil lainnya seperti Pulau Kakorotan dan Pulau Marore di Kabupaten Kepulauan Sangihe, sangat berpengaruh terhadap jadwal angkutan penumpang dan barang menuju pulau-pulau yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina ini.
Padahal, kelancaran arus penumpang dan barang menggerakkan ekonomi warga yang berada di pulau-pulau tersebut.
"Hasil bumi seperti pala dan kopra diangkut menggunakan kapal laut dan dipasarkan ke Talaud, Sangihe bahkan Kota Bitung dan Manado. Kalau terhambat, akan sangat mempengaruhi ekonomi warga," ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menambah armada yang melayani Pulau Miangas dan pulau kecil sekitarnya, apalagi jadwal pelayarannya hanya dua pekan sekali.
"Sejatinya setiap pekan ada kapal yang sandar di dermaga pulau-pulau terluar tersebut. Karena itu kami masih koordinasikan lagi dengan kementerian terkait karena ini menyangkut pembiayaan," ungkapnya.
(guntur/@antarasulutcom)

