Tomohon (ANTARA) - Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) mendorong pengembangan sektor pariwisata dan pertanian sebagai daya ungkit peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Kota Tomohon memiliki potensi wisata alam yang tidak kalah dengan daerah lainnya, begitu pula dengan sektor pertanian," sebut Wali Kota Tomohon Caroll JA Senduk saat berbaur dengan Forkopimda dan dialog dengan ormas di Tomohon, Kamis.
Destinasi wisata yang bisa dikembangkan yaitu alam pegunungan, air panas, danau, air terjun, kuliner dan potensi wisata lainnya.
Potensi wisata tersebut diharapkan akan memberikan 'multiplier-effect' bagi masyarakat dan dunia usaha untuk mendorong bertumbuhnya investasi ekonomi kepariwisataan.
Di sektor pertanian perlu dikembangkan wilayah-wilayah untuk meningkatkan kedaulatan pangan, misalnya Kelurahan Tara-Tara, Woloan dan Kayawu untuk dijadikan kawasan lumbung padi.
Selanjutnya, Kelurahan Rurukan dan Kumelembuai dijadikan sebagai kawasan hortikultura, Kelurahan Kakaskasen menjadi daerah sentra produksi florikultura dan sayur mayur.
"Potensi pertanian ini perlu dikelola secara terpadu agar tidak merugikan petani sekaligus menjadi kawasan cadangan pangan di Kota Tomohon dan Sulawesi Utara," katanya.
Apabila potensi wisata dan pertanian ini dikelola optimal, dia optimistis ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami berharap kehadiran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan ikut membantu mencapai misi pembangunan di Kota Tomohon karena perannya penting menciptakan tujuan pemerintahan dan pembangunan masyarakat.