Manado (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni bersama BPH Migas memantau langsung pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (6/1).
"Kami memastikan kelancaran pasokan BBM pada periode arus balik masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2026 melalui monitoring proses 'bunkering' pada KM Sangiang di Pelabuhan Bitung," kata Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani di Bitung.
Monitoring proses bunkering dihadiri Direktur Utama Tri Andayani didampingi Direktur Armada dan Teknik Robert MP Sinaga dan Kepala Cabang Pelni Bitung Juni Samsudin bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Komite BPH Migas dan Koordinator Pengawas BPH Migas.
Tri Andayani mengatakan monitoring bersama BPH Migas itu merupakan langkah strategis untuk memastikan proses bunkering berjalan optimal, terutama pada periode arus balik Natal dan Tahun Baru.
“Selain itu, kami juga menggandeng PT Sucofindo dalam proses bunkering untuk memastikan pengisian BBM telah sesuai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” kata Anda menerangkan.
Selama periode Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2026, kebutuhan BBM pada 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis diperkirakan mencapai 17.000-18.000 kiloliter (KL) atau meningkat 9-12 persen dibandingkan periode reguler.
“Saat ini, dengan total 84 armada, kami memiliki 32 homebase bunkering reguler di seluruh Indonesia. Khusus selama peak season Natal-Tahun Baru, dilakukan penambahan 2 titik bunkering antara lain di Ambon dan Bitung,” kata Anda.
Proyeksi kebutuhan BBM operasional Pelni pada 2026 diperkirakan mencapai 220 ribu KL untuk pengoperasian 84 kapal, dengan estimasi anggaran subsidi sekitar Rp1,5 triliun.
Sementara itu, realisasi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) tahun 2023 tercatat sebesar 186 ribu KL untuk 26 kapal, turun menjadi 179 ribu KL pada 2024 akibat penghentian sementara operasional KM Umsini, dan sekitar 177 ribu KL pada 2025 dengan pengoperasian 25 kapal.
Melalui kolaborasi yang baik dengan BPH Migas dan pemangku kepentingan terkait, Pelni akan memastikan pasokan BBM pada kapal berjalan lancar, untuk mendukung kelancaran arus balik serta operasional sepanjang tahun.
Pelni juga akan fokus pada efisiensi dan keberlanjutan penggunaan bahan bakar, termasuk dalam pengadaan kapal-kapal baru yang akan menggunakan teknologi terkini untuk mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan serta kontribusi terhadap target emisi nol bersih.
“Kami akan terus mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan melalui perawatan rutin tangki dan instalasi bahan bakar di atas kapal agar tetap andal dan efisien,” kata Anda.

