Manado (ANTARA) - Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan para bintara baru merupakan prajurit-prajurit muda yang dituntut tidak hanya memiliki kesiapan fisik, tetapi juga kematangan mental, moral, disiplin, serta jiwa kepemimpinan.
"Sebagai pemimpin lapangan tingkat pertama harus mampu menjadi teladan, membina, serta mengayomi anggota yang dipimpinnya," kata Pangdam Mirza pada upacara penutupan Dikmaba TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2025 dan Diktukba TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Upacara Secaba Rindam XIII/Merdeka, Amurang, Rabu.
Pangdam Mirza juga mengingatkan seluruh bintara baru senantiasa memegang teguh nilai-nilai dasar keprajuritan, seperti loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945, serta menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab, semangat juang, dan jiwa korsa.
"Seluruh nilai tersebut harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari dengan berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI," katanya menambahkan.
Pangdam XIII/Merdeka juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Danrindam XIII/Merdeka beserta seluruh jajaran Gumil dan pelatih atas dedikasi, kerja keras dan pengabdian dalam menyelenggarakan pendidikan hingga berhasil mencetak bintara-bintara TNI AD yang siap mengabdi.
"Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah daerah serta masyarakat sekitar yang telah memberikan dukungan dan kerja sama selama proses pendidikan berlangsung," sebutnya.
Pangdam secara khusus memberikan penghargaan dan terima kasih kepada para orang tua dan keluarga bintara yang baru dilantik atas doa, dukungan, serta keikhlasan yang telah diberikan.
Pangdam berharap para orang tua dan keluarga dapat terus merelakan dan mendukung putra-putrinya, karena sejak saat ini mereka telah mengikatkan diri untuk mengabdikan jiwa dan raganya kepada bangsa dan negara.
Para siswa secara resmi dilantik menjadi bintara TNI Angkatan Darat dengan pangkat sersan dua, setelah menempuh pendidikan Dikmaba selama dua bulan dan Diktukba selama satu bulan.

