Manado (ANTARA) - General Manager Injourney Airports Cabang Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Sulawesi Utara, Radityo Ari Purwoko menyebutkan adanya kinerja positif selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Selama periode Posko Natal dan Tahun Baru, Bandara Internasional Sam Ratulangi mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Radityo, saat menutup Posko Nataru 2025/2026 di Manado, Senin (5/1).
Dia mengatakan pergerakan pesawat udara tercatat tumbuh sebesar 14,2 persen, jumlah penumpang meningkat 12 persen, serta muatan kargo mengalami kenaikan sebesar 11,7 persen.
Puncak arus kedatangan penumpang terjadi pada 22 Desember 2025 dengan jumlah 7.013 penumpang, meningkat 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 3 Januari 2026 dengan total 7.001 penumpang, atau naik sebesar 13,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Radityo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang telah berkolaborasi menjaga kelancaran, keamanan dan keselamatan operasional bandara selama masa Posko Nataru 2025/2026 yang berlangsung selama 21 hari.
Dengan berakhirnya Posko Nataru 2025/2026, operasional Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado kembali berjalan seperti sebelumnya.
Manajemen bandara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan serta memperkuat sinergi lintas instansi demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa bandara.
Injourney Airports Bandara Internasional Sam Ratulangi untuk Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado resmi ditutup pada Senin, 5 Januari 2026.
Penutupan posko ditandai dengan pelaksanaan apel penutupan yang berlangsung di area lobi keberangkatan bandara dengan pimpinan apel dipimpin langsung oleh General Manager Injourney Airports Cabang Bandara Internasional Sam Ratulangi, Radityo Ari Purwoko, dan diikuti oleh sebanyak 72 personel internal serta 35 personel eksternal.
Personel eksternal terdiri dari unsur TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Sam Ratulangi, TNI Angkatan Laut Pangkalan Udara TNI AL, Polsek Bandara, Brimob Polda Sulawesi Utara, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Manado, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, serta Basarnas.

