Tomohon (ANTARA) - Wali Kota Tomohon, Sulawesi Utara Caroll JA Senduk mengemukakan pemerintah daerah itu akan menyiapkan lokasi untuk mempromosikan Rumah Panggung Woloan.
"Ke depan akan dibangun satu tempat atau kawasan rumah panggung yang sekaligus menjadi tempat promosi," ujar Wali Kota Caroll saat menjadi pembicara utama pada Seminar Nasional yang diselenggarakan secara daring terkait "Filosofi Rumah Panggung Woloan dan Relevansinya untuk konteks masa kini" di Tomohon, Jumat.
Menurut dia, rumah panggung Woloan merupakan bangunan tradisional yang berasal dari Kota Tomohon dengan arsitektur rumah Minahasa yang memiliki dua bentuk, yakni rumah panjang atau 'Wale Wangko' yang tidak memiliki dinding kamar dan loteng serta rumah tinggal yang memiliki kamar simetris dengan sebuah ruang publik terbuka di depan.
"Rumah panggung merupakan rumah tradisional Minahasa yang menggunakan kayu seperti kayu besi, kayu Linggua, kayu Cempaka, dan kayu Nantu," ujarnya.
Peruntukan kayu besi untuk tiang, kayu cempaka untuk dinding dan kayu nantu untuk rangka atap.
Wali Kota menambahkan ciri lain rumah kayu ini bisa dipasang dan dibongkar, sehingga disebut rumah kayu bongkar pasang.
"Ada tiga aspek pengembangan rumah panggung Woloan, yakni aspek arsitektur, aspek ekonomi dan aspek lingkungan," katanya.
Produk rumah panggung Woloan (tempat produksinya di Kelurahan Woloan) telah diekspor ke beberapa negara di Asia, Afrika, Amerika, serta Australia.
Seminar asional secara virtual ini juga menghadirkan Prof Dr Ir Agustinus Purna Irawan (Ketua Umum IKDKI dan Rektor Universitas Tarumanegara) sebagai pembicara kunci' bersama Wali Kota Tomohon.
Narasumber lainnya, Dr Krismanto Kusbiantoro, ST, MT (Wakil Rektor Universitas Kristen Maranatha Bandung), Dr. Ricardo Renwarin (dosen dan peneliti budaya Minahasa), Anton J Supit (Ketua Apindo) serta moderator Franky Boseke.