Manado, (Antaranews Sulut) - Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) Edison Humiang mengatakan, kekayaan seni dan budaya dapat menjadi pilar penangkal pengaruh budaya asing.
"Kekayaan budaya harus menjadi penyaring atau filter masuknya nilai-nilai budaya asing yang tidak sesuai dengan karakter budaya asli bangsa yang telah lama tertanam," kata Humiang di Manado, Sabtu.
Dia mengatakan, kondisi saat ini eksistensi kehidupan berbangsa dan bernegara mengalami ujian.
Di antaranya, semakin menipisnya kecintaan terhadap budaya bangsa dan daerah, kurangnya pelestarian seni budaya serta memudarnya rasa persaudaraan di antara sesama anak bangsa karena perbedaan kepentingan.
"Pemerintah provinsi memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya Gebyar Kreativitas Praja dan Pentas Budaya Nusantara saat ini," katanya.
Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja itu menambahkan, kegiatan seperti ini bermanfaat positif untuk putra-putri bangsa memupuk kreativitas dan kecintaan terhadap keberagaman budaya bangsa.
Selain itu, menjadi cerminan kekuatan keberagaman indonesia melalui praja IPDN yang berasal dari NKRI dengan perbedaan suku, ras dan agama tetap bersatu dalam tekad dan komitmen demi kemajuan bangsa indonesia" ungkapnya.
"Jadikanlah kegiatan seperti ini sebagai momentum menggali, mengembangkan dan melestarikan berbagai potenis budaya nusantara," harapnya.
Semangat persaudaraan di tengah-tengah kebhinekaan dalam bingkai pemahaman "Torang Samua Basudara Karna Torang Samua Ciptaan Tuhan" (kita semua bersaudara karena kita semua ciptaan Tuhan) adalah modal utama mempertahankan eksistensi bangsa yang majemuk.
"Mari secara bersama-sama menjadikan kegiatan ini sebagai wahana pelestarian kekayaan nilai-nilai luhur budaya bangsa untuk kemudian memotivasi seluruh masyarakat mencintai kekayaan budaya yang dimiliki," ujarnya.
(T.K011/B/G004/G004) 17-03-2018 22:53:48

