Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono di kantor Sekretariat Kabinet RI, Jakarta, Kamis.
Dikutip dari unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Senang bertemu kembali dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bapak Basuki Hadimuljono, di kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, pada sore hari ini," kata Teddy saat dikonfirmasi, Kamis.
Seskab Teddy menyampaikan dalam pertemuan tersebut, Kepala OIKN Basuki menyampaikan laporan mengenai sejumlah pembaruan progres pembangunan IKN yang tengah berjalan.
Pembahasan juga mencakup konsultasi terkait berbagai masukan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat melakukan kunjungan ke kawasan IKN beberapa hari sebelumnya.
"Dalam kesempatan ini, Kepala OIKN melaporkan beberapa update pembangunan IKN dan berkonsultasi terkait beberapa masukan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang diberikan saat berkunjung ke IKN beberapa hari lalu," kata Seskab.
Sebelumnya, Sekretariat Kabinet (Setkab) menginformasikan bahwa kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Ibu Kota Nusantara (IKN), merupakan komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan IKN berjalan sesuai rencana serta berkelanjutan sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
"Presiden Prabowo Subianto tiba di IKN, Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur, pada Senin sore, 12 Januari 2026," demikian petikan keterangan Setkab di Jakarta, Selasa (13/1).
Presiden Prabowo meninjau secara langsung kesiapan kawasan inti Nusantara serta memberikan perhatian serius pada aspek pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama ibu kota masa depan.
Hal itu ditunjukkan melalui peninjauan kawasan SMA Taruna Nusantara di IKN, yang menjadi simbol penguatan pendidikan sekaligus pembinaan karakter generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.
Pada malam harinya, Seskab Teddy bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dan jajaran melakukan peninjauan ke sejumlah titik strategis.
Lokasi yang ditinjau meliputi Istana Negara, Paviliun Presiden, Kantor Sekretariat Negara, serta Kantor Sekretariat Kabinet.
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur dan keselarasan pembangunan kawasan inti pemerintahan.

