Manado (ANTARA) - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XVII Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) bersama dengan Perkumpulan Literasi Sulut (PLS) terus meningkatkan literasi budaya pada masyarakat sejak usia dini di daerah tersebut.
"Kami menggelar kegiatan literasi sebagai upaya memperkenalkan ragam budaya yang ada di Sulut," kata Kepala Subbagian Umum BPK XVII Wenny Wuisan, di Manado, Minggu.
Dia menjelaskan sehingga pihaknya melakukan kolaborasi dengan banyak pihak agar literasi budaya ini semakin masif diedukasi kepada masyarakat khususnya pada anak-anak.
Wenny menjelaskan pengenalan budaya merupakan hal penting untuk dilakukan guna menumbuhkan kecintaan dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai budayanya sendiri.
Hal ini, katanya, berkaitan dengan perlindungan kebudayaan dan berharap menjadi stimulan baru bagi anak-anak dan akan terus dikembangkan.
BPK XVII, katanya, secara konsisten menjalin kolaborasi lintas sektor untuk mempromosikan kebudayaan kepada generasi muda, termasuk menggandeng Perkumpulan Literasi Sulut.
Menurutnya, kerja sama semacam ini sangat penting untuk membantu proses pengenalan sekaligus penguatan empat pilar kebudayaan.
Ketua Perkumpulan Literasi Sulut Faradhila Bachmid mengatakan keterlibatan anak muda dalam upaya pelestarian budaya menjadi kunci keberhasilan yang patut dilakukan secara konsisten.
Kegiatan ini, katanya, sangat bermanfaat selain mendukung gerakan literasi, tapi juga memberi ruang pada anak-anak untuk berkarya.

