Jakarta (ANTARA) - Masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tepat satu tahun pada 20 Oktober 2025, dan tepat setahun pula Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menorehkan kontribusi barunya dalam setiap sendi kehidupan masyarakat.
Dengan tagline “Polri untuk Masyarakat” yang menjadi napas dalam pelaksanaan tugas, barisan polisi atau yang dikenal dengan Korps Bhayangkara, selama setahun ini ikut mendukung kebijakan dan program pemerintah yang prorakyat.
Dukungan Polri untuk program pemerintah
Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden Prabowo, Polri ikut serta dengan mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.
Sampai saat ini, Polri telah memiliki 672 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat kurang lebih 2.352.000 orang serta menyerap tenaga kerja sebanyak sekitar 33.600 tenaga kerja.
Polri melalui SPPG-nya sejak awal telah menerapkan standar tinggi dalam seluruh proses pembuatan makanan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat, salah satunya di SPPG Polri Pejaten.
SPPG Polri Pejaten menerapkan standar sanitasi yang ketat guna memastikan MBG yang aman dan higienis bagi siswa. Bahkan, SPPG Polri Pejaten sampai menerima apresiasi dari yayasan Rockefeller Foundation yang berbasis di Amerika Serikat, atas inovasi-inovasi yang dilakukan.
Terkait dengan permasalahan keracunan sejumlah siswa terkait dengan MBG, Polri tidak hanya melakukan pencegahan secara internal di SPPG Polri, tapi Korps Bhayangkara juga bekerja sama dengan BGN dan Badan Intelijen Nasional (BIN) ikut menginvestigasi kasus keracunan MBG tersebut.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai pucuk pimpinan di kepolisian memastikan bahwa personelnya tengah mengusut kasus dugaan keracunan MBG.
Kontribusi Polri lainnya juga ditunjukkan dalam aspek ketahanan pangan dengan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog.
Bersama Kementan, Polri ikut serta dalam penanaman jagung dalam upaya meningkatkan kedaulatan pangan nasional dan mempercepat swasembada pangan.
Pada kuartal I dan II tahun 2025, panen raya jagung berhasil dilakukan di lahan seluas 360.019 hektare dengan total produksi mencapai 2.083.740 ton jagung. Sementara pada kuartal III, panen raya menghasilkan sekitar 751 ribu ton jagung dari lahan seluas 166.512 hektare.
Seluruh hasil panen tersebut disalurkan ke gudang Bulog untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat.
Bersama Bulog pula Polri ikut serta dalam penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga stabilitas harga pangan di Tanah Air dan menjaga ketersediaan pangan komoditas beras.
Sejak 6 Agustus hingga 7 Oktober 2025, Polri telah menyalurkan 93.015 ton beras SPHP melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Polda jajaran.
Polri dalam penegakan hukum
Pada September 2024, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo resmi membentuk Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri.
Selama itu pula, direktorat yang dipimpin oleh Brigjen Pol. Nurul Azizah tersebut telah menangani ataupun memberikan asistensi sejumlah kasus, di antaranya kasus penjualan bayi di Jawa Barat, kasus perdagangan orang sindikat online scam, hingga kasus “pengantin pesanan” dari Indonesia ke China.
Salah satu kasus yang menonjol adalah kasus dugaan penganiayaan terhadap anak berinisial AMK. Kasus ini mencuat pada Juni 2025 ketika korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Setelah ditemukannya kasus ini, Dittipid PPA dan PPO langsung menyelidiki terkait asal-usul korban. Butuh waktu sekitar empat bulan bagi penyidik untuk menetapkan tersangka, yaitu ibu kandung AMK yang berinisial SNK (42) dan pasangan sejenis SNK yang berinisial EF alias YA.
Terungkapnya kasus ini memberikan keadilan kepada korban anak yang merupakan bagian dari kelompok rentan.
Kasus lainnya yang menjadi fokus utama Polri adalah memberantas kasus judi online yang masih merajalela di Indonesia.
Tidak hanya terus mengungkap dan meringkus pelaku judi online, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri pada pertengahan tahun 2025 berhasil memblokir 576 rekening yang terafiliasi dengan judi online dengan total dana sebesar Rp63,7 miliar.
Pengungkapan ini menunjukkan bahwa Polri melaksanakan visi Astacita Presiden RI Prabowo Subianto, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta memperkuat pencegahan serta pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan.
Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono mengatakan, “Semua yang terlibat dalam aksi narkoba, perjudian atau penyelundupan, pasti akan kita tindak tegas.”
Tidak hanya menangani kasus-kasus besar, Polri juga berhasil mengungkap kasus yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, salah satunya penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan pengoplosan LPG yang merugikan keuangan negara.
Dalam kasus dugaan pengoplosan LPG subsidi ke tabung LPG nonsubsidi yang terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, ditetapkan tiga orang tersangka yang telah mengoplos 155.634 tabung LPG dan mengakibatkan negara kehilangan subsidi sebesar Rp5,6 miliar.
Polri menegaskan akan terus menindak para pelaku penyalahgunaan barang-barang bersubsidi karena dampaknya tidak hanya merugikan kerugian negara, tetapi juga berdampak luas pada kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan subsidi yang seharusnya tepat sasaran.
Namun, sebagai pengingat, perjalanan Polri selama setahun terakhir tidaklah selalu mulus. Kepolisian sempat menjadi sorotan warga se-Indonesia pada akhir Agustus 2025 seusai terjadinya kasus kendaraan taktis (rantis) yang melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan hingga meninggal.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, Divisi Propam Polri dengan sigap menindak tujuh personel Brimob yang berada di dalam rantis saat insiden terjadi. Hasilnya, satu personel dijatuhi pemecatan, satu personel dijatuhi sanksi demosi, dan lima lainnya disanksi etik.
Penindakan itu menegaskan upaya Polri untuk berbenah dan menjadi pengayom masyarakat dengan mengimplementasikan nilai-nilai Tri Brata.
Memang tidak ada perjalanan yang sempurna. Namun, dalam perjalanan itu, Polri berupaya hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga ke sendi-sendi kehidupan.

