Manado (ANTARA) - Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, produksi jagung di provinsi ujung utara Sulawesi tersebut turun sebesar 3,84 persen pada tahun 2025.
"Produksi jagung pada tahun 2024 sebanyak 112,77 ton, sedangkan di tahun 2025 turun menjadi 108,93 ton," ujar Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono saat melakukan panen raya jagung serentak kuartal IV tahun 2025, yang dipusatkan di Kelurahan Manembo-nembo Tengah Kecamatan Matuari Kota Bitung, Jumat.
Menurut Wakapolda, salah satu penyebab penurunan produksi karena sejumlah lahan yang tadinya ditanam jagung, dialihkan ke tanaman nilam.
"Hari ini kita melaksanakan panen raya jagung Kelurahan Manembo-nembo Tengah Kecamatan Matuari Kota Bitung, di luas lahan sekitar empat hektare dan perkiraan produksi jagung sebanyak 12 ton," katanya.
Dia menyebutkan, total keseluruhan luas lahan dalam panen jagung raya kuartal IV tahun 2025 ini seluas 22,6 hektare yang tersebar di seluruh jajaran.
Dari luas tanam tersebut diperkirakan hasil panen jagung dapat mencapai sebanyak 57,5 ton.
"Rencana penanaman jagung di kuartal I tahun 2026 di lahan seluas 35 hektar yang tersebar di 17 titik tanam di Sulawesi Utara," katanya.
Selain di Sulawesi Utara, panen raya jagung ini juga dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia melalui zoom meeting yang dipimpin secara terpusat oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dan Menteri Pertanian.

