Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, Turki, Sabtu.
Sebagaimana informasi yang diterima dari Istanbul, pertemuan tersebut berlangsung di Istana Dolmabahce pukul 16:00 waktu setempat (20:00 WIB), dan berlangsung selama hampir satu jam.
Sugiono dan Sjafrie diterima langsung oleh Erdogan yang menjabat tangan kedua menteri Kabinet Merah Putih tersebut saat tiba di ruang pertemuan. Mereka didampingi oleh Menlu Turki Hakan Fidan dan Menhan Turki Yaşar Güler selama diterima Presiden Erdogan.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie terlebih dahulu berfoto bersama Presiden Erdogan, dan sesi foto selanjutnya turut diikuti oleh Menlu Fidan dan Menhan Güler, sebelum memulai perbincangan secara tertutup.
Kunjungan kehormatan itu dilaksanakan sehari setelah Dialog 2+2 Menlu dan Menhan RI-Turki di Ankara, Jumat (9/1). Dalam kesempatan tersebut, delegasi dari kedua negara membahas upaya meningkatkan kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan juga energi.
Menhan dan Menlu Indonesia dan Turki mengakui pentingnya menyelesaikan kesepakatan preferensial terbatas sebagai pijakan awal menjelang tahap kemitraan ekonomi strategis komprehensif yang dapat semakin membuka potensi ekonomi dan manfaat ekonomi.
Indonesia dan Turki sepakat meningkatkan kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk electric vehicle (EV) dengan pembangunan ekosistem produksi baterai EV, lalu industri petrokimia, serta kerja sama pertambangan dan energi.
Dalam dialog 2+2 tersebut, Indonesia dan Turki turut menegaskan komitmen memperkuat kerja sama pertahanan, dengan fokus pada penguatan sumber daya militer dan teknologi pertahanan, dalam rangka mencapai kemandirian industri pertahanan kedua negara.
Indonesia turut menyampaikan dukungan kepada Turki untuk meningkatkan kerja sama dengan ASEAN sebagai mitra wicara (dialogue partner) penuh, dari posisinya saat ini sebagai mitra wicara sektoral (sectoral dialogue partner).

