Manado (ANTARA) - Di sebuah sudut Kota Manado, aroma kopi Toraja yang harum kini menjadi saksi perjalanan hidup seorang perempuan tangguh, di balik senyumnya yang hangat, tersimpan kisah panjang Ibu Natalia. Ia bukan hanya seorang ibu, tapi juga pejuang yang tak kenal lelah demi keluarganya.
Aroma harum kopi yang kini hadir di rak-rak supermarket, tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan. Perjalanan usahanya tidak dimulai dari kopi, melainkan dari dunia digital.
Sejak tahun 2002, Ibu Natalia bekerja di sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.
Empat tahun lamanya ia mengabdi, hingga pada 2006 ia memutuskan untuk resign. Dengan keberanian dan tekad, ia membuka usaha warnet, sebuah bisnis yang kala itu sedang ramai digemari. Bertahun-tahun lamanya, warnet itu menjadi sumber rezeki keluarga, bahkan hingga 2017.
Tapi bagi Ibu Natalia, keputusan itu adalah awal dari perjalanan baru. Ia ingin berdiri di atas kaki sendiri, menciptakan peluang, bukan hanya menjalani rutinitas.
Dari warnet inilah, kehidupan barunya sebagai seorang wirausaha bermula.
Namun, bisnis warnet perlahan menurun seiring perkembangan teknologi.
Saat itu, Ibu Natalia tidak menyerah. Ia melihat peluang lain yang masih jarang disentuh di Kota Manado yakni kopi.
Kebetulan, keluarganya memiliki sumber bahan baku langsung dari Toraja, salah satu daerah penghasil kopi terbaik yang sudah mendunia kualitasnya.
Berbekal semangat belajar, Ibu Natalia mulai mencoba menyangrai kopi sendiri. Awalnya, kopi buatannya hanya dijual sederhana untuk kalangan sekitar tempat tinggal.
Namun, siapa sangka aroma harum dan rasa khas kopi Toraja hasil sangraiannya membuat banyak orang jatuh hati. Dari mulut ke mulut, kopi racikan Ibu Natalia mulai dikenal lebih luas.
Tak berhenti di situ, ia melangkah lebih jauh. Ia memberanikan diri mengurus izin edar dan sertifikasi halal, meski prosesnya tidak mudah tapi demi produknya bisa lebih dipercaya masyarakat. Namun dengan doa dan tekad yang tak pernah padam, semua bisa ia lewati.
Proses panjang itu akhirnya terbayar lunas, produk kopinya kini bisa masuk ke supermarket, bersanding dengan merek-merek besar.
“Rasanya seperti mimpi, dari hanya menyangrai kopi di rumah, sekarang sudah bisa masuk pasar modern,” kata Natalia yang memiliki tiga orang anak ini.
Namun, katanya, tantangan tetap ada, walaupun telah dikenal banyak orang produk yang bermerek "Toraja Coffee HZL" dirinya masih membutuhkan bantuan dana bahkan pendampingan pelatihan untuk meningkatkan kualitas usahanya.
Pada akhirnya perjalanan itu menemukan babak baru ketika di tahun 2023, Ibu Natalia terpilih mengikuti program Berdaya Bareng CIMB Niaga musim kedua.
Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang yang membuka cakrawala baru bagi para pelaku UMKM, termasuk dirinya.
“Waktu pertama kali ikut, saya merasa seperti mendapat teman seperjalanan. Ada pelatihan, ada arahan, dan yang paling penting, ada keyakinan bahwa usaha kecil seperti saya bisa berkembang lebih besar,” tuturnya.
Melalui program ini, Ibu Natalia tidak hanya belajar strategi pemasaran dan manajemen usaha, tetapi juga mendapatkan akses pendanaan tanpa bunga. Dukungan tersebut menjadi bensin baru bagi mimpinya.
Dari peralatan menyangrai yang lebih modern hingga kemasan produk yang lebih menarik, semua ia manfaatkan untuk membawa kopinya naik kelas.
CIMB Niaga sendiri percaya bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Melalui Berdaya Bareng, bank ini mendorong para pelaku usaha kecil untuk berkembang, bukan hanya demi kesejahteraan pribadi, tetapi juga demi kontribusi pada ekonomi lokal.
Kini, kopi hasil sangraian Ibu Natalia tidak hanya beredar di sekitar Manado, tetapi juga semakin mantap menembus pasar modern dan telah melakukan ekspansi penjualan ke Pulau Jawa, Kalimantan dan Papua, bahkan telah ada permintaan dari Amerika Serikat.
Dengan usaha kopi Toraja ini, ibu Natalia dan suami bisa menyekolahkan anak mereka hingga ke perguruan tinggi, bahkan anak pertama telah mendapat gelar strata satu dan anak kedua dan ketiga sementara mengenyam pendidikan di sekolah tingkat dasar dan tingkat atas.
Bagi ibu Natalia, pendidikan anak sangat penting untuk bekal mereka di kemudian hari, bahkan dirinya mulai mengajarkan ketiga anaknya untuk membantu dalam hal produksi maupun pemasaran. Saat ini, ibu Natalia mampu meraup omzet hingga Rp20-an juta per bulan.
Setiap bungkus kopi yang ia pasarkan adalah bukti nyata bahwa keberanian seorang ibu, jika dipadukan dengan dukungan yang tepat, bisa mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Perjalanan usaha Ibu Natalia adalah cermin bagi banyak UMKM lainnya, bahwa sekecil apa pun langkah awal, dengan ilmu, dukungan, dan keyakinan, usaha lokal bisa tumbuh menjadi kekuatan besar bagi ekonomi daerah.
Head or Regional Timur & Bali Nusra Region CIMB Niaga Ahmad S Ilham mengatakan CIMB niaga menjelaskan pihaknya akan terus mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas.
Lewat Program Berdaya Bareng CIMB Niaga, pihaknya berharap akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di Sulut.
Founder Berdaya Bareng Nicky Clara mengatakan pihaknya bersama CIMB Niaga akan mendukung ekonomi berkelanjutan di Indonesia Timur.
Potensi UMKM di Sulut sangat besar, katanya, sehingga Program Berdaya Bareng CIMB Niaga hadir untuk mendukung pemerintah Sulut dalam meningkatkan ekonomi lewat pelaku usaha.
Wakil Ketua Kadin Sulut Ivanry Matu mengatakan pasangan Gubernur Sulawesi Utara periode 2025-2030 Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay (YSK-VM) akan membawa pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) daerah itu naik kelas.
"Gubernur adalah perpanjangan tangan Presiden di daerah, yang selalu menyampaikan tentang sinergitas antara pusat dan daerah, khususnya bidang ekonomi," kata Ivanry.
Dia mengatakan Kadin yakin Pemprov Sulut akan mampu menggerakkan UMKM di Sulut, karena Gubernur Yulius selalu menekankan pentingnya sinergitas, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia mengatakan termasuk dengan pelaku usaha dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan UMKM.
Salah satu program penting Pemprov Sulut adalah pengembangan pariwisata yang terintegrasi, dan ini akan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif-UMKM yang berkelanjutan.

