Manado (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus mengatakan keberhasilan provinsi tersebut sebagai hub (pusat koneksi) logistik kawasan bergantung dari dukungan dan kebersamaan seluruh pihak.
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memohon dukungan pemerintah pusat dan instansi vertikal, khususnya Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat kelancaran arus barang dan orang," ujar Gubernur di Manado, Kamis.
Gubernur juga mengharapkan dukungan unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan juga diperlukan guna menjaga stabilitas dan kepastian hukum bagi dunia usaha.
Begitupun dengan dukungan para pelaku ekspor dan impor, APINDO, Kadin, dan asosiasi pengusaha lainnya di kawasan Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) diharapkan membangun komitmen volume dan konsistensi layanan 'direct call'.
"Peran aktif BUMN strategis seperti Angkasa Pura dan Pelindo menjadi kunci terbangunnya ekosistem logistik Sulampua yang efisien dan berdaya saing," ujarnya.
Kantor Wilayah Sulawesi Bagian Utara dan Asosiasi Pengusaha Indonesia menggelar Forum Group Discussion (FGD) Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub untuk Penguatan Efisiensi dan Daya Saing Logistik Kawasan Timur Indonesia beberapa hari lalu.
Forum tersebut menurut Gubernur Yulius dimaknai sebagai momentum bersama untuk menyatukan visi dan menjadi ruang terbuka bagi seluruh pihak untuk saling mendengar.
"Kami juga ingin memahami kebutuhan dukungan agar layanan direct call dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan," ujarnya.
Gubernur optimistis, dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional, Sulawesi Utara siap memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

