Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Sulawesi Utara agar mewaspadai gelombang tinggi yang bisa mencapai 2,5 meter di wilayah perairan kepulauan dan sekitarnya.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 15 Agustus 2025," sebut Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror, di Manado, Senin.
Dia menjelaskan, pada umumnya angin dominan bertiup dari arah tenggara - barat daya dengan kecepatan 6 - 20 knot.
Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan Kabupaten Minahasa Utara dan perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kondisi tersebut, menurut dia, dapat meningkatkan tinggi gelombang di wilayah perairan tersebut.
Selain itu, adanya shearline di sekitar perairan Maluku hingga Sulawesi Utara dapat meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif di sekitar wilayah Sulawesi Utara.
Ricky menyebutkan, tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
"Kami berharap warga memperhatikan risiko gelombang tinggi untuk keselamatan pelayaran, terutama yang melintasi wilayah perairan dengan potensi tinggi gelombang mencapai 2,5 meter," ajaknya.

