Istanbul (ANTARA) - Otoritas Iran dilaporkan akan segera memulihkan layanan komunikasi dan internet menyusul langkah pemblokiran di tengah protes besar akibat kesulitan ekonomi sejak akhir bulan lalu, menurut kantor berita Fars, Sabtu.
Merujuk pejabat keamanan, keputusan tersebut diambil setelah "persoalan keamanan sudah dapat ditangani" dan sosok-sosok kunci "organisasi teror" telah ditahan otoritas keamanan.
Pejabat setempat mengeklaim bahwa pembatasan akses internet "melemahkan secara signifikan koneksi dalam negeri yang dimiliki jaringan oposisi di luar negeri" serta melemahkan operasional "sel-sel teror".
Menurut rencana pemulihan layanan komunikasi, layanan pesan singkat (SMS) akan dipulihkan pada tahap pertama, dengan pemulihan sistem internet nasional dan aplikasi domestik menyusul di tahap kedua.
Kemudian, akses internet internasional akan dipulihkan pada tahap ketiga.
Sumber dalam negeri mengkonfirmasi bahwa akses aplikasi perpesanan domestik seperti "Eita" dan "Bale" telah pulih setelah gangguan beberapa hari.
Pembatasan layanan komunikasi diberlakukan setelah unjuk rasa akibat kesulitan ekonomi berubah menjadi kerusuhan besar pada 8 Januari.
Pejabat setempat mengatakan bahwa pemerintah Iran "sepenuhnya sadar akan kewajiban HAM" terhadap warganya dan telah mengambil "semua langkah yang diperlukan untuk menahan diri sekuat tenaga", sembari memenuhi "tugasnya melindungi masyarakat serta menjaga ketertiban umum dan keamanan nasional".
Terpisah, layanan monitor internet NetBlocks menyebut ada sedikit kenaikan konektivitas internet di Iran pada Sabtu pagi.
Namun, tingkat konektivitas yang terdeteksi hanya sekitar 2 persen dari tingkat normal, dan belum ada indikasi pemulihan signifikan, kata penyedia layanan tersebut melalui media sosial X.
Di saat belum adanya jumlah korban tewas resmi yang dirilis pemerintah Iran, sebuah badan HAM yang berbasis di Amerika Serikat menyebut jumlah korban tewas mencapai 3.090 orang.
Menurut Human Rights Activists News Agency (HRANA), 2.055 orang lainnya terluka dan 22.123 orang ditangkap di seantero Iran sejak kerusuhan bermula.
Sumber: Anadolu

