Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berharap warga mewaspadai gelombang tinggi di perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 11 Desember 2025," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Maritim Bitung, Ricky D Aror di Manado, Senin.
Dia menjelaskan, angin di perairan Sulawesi Utara dominan bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan rata-rata 4 - 20 knot.
Selanjutnya, bibit siklon tropis "93W" di Laut Filipina memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi cuaca buruk di Sulawesi Utara.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan potensi meningkatnya tinggi muka laut di perairan Sulawesi Utara.
Tinggi gelombang antara 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Kabupaten Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro, perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan perairan selatan Sulawesi Utara.
Warga diajak mewaspadai risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, misalkan perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Selanjutnya, kapal tongkang, memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Sementara, kapal Feri, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

