Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berkolaborasi mempublikasikan kondisi cuaca daerah-daerah rawan terjadinya gerakan tanah.
"Belum lama kami mempublikasikan kondisi cuaca di daerah-daerah potensial terjadinya gerakan tanah melalui kanal informasi yang tersedia," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Astrid Lasut di Manado, Minggu.
Dia mengatakan, data perkiraan daerah-daerah yang potensial rawan longsor disiapkan PVMBG, selanjutnya BMKG Stasiun Sam Ratulangi menempatkan grafis prakiraan cuaca masing-masing daerah tersebut.
Kondisi Sulawesi Utara menurut dia, potensial rawan longsor pada periode puncak musim hujan hingga peralihan sehingga perlu langkah kewaspadaan.
"Jadi di periode puncak musim hujan hingga peralihan intensitas curah hujan masih cukup signifikan sehingga dapat menyebabkan bencana longsor," katanya.
Prakiraan cuaca di daerah rawan longsor tersebut menurut Asrid baru dirilis di grup percakapan 'BMKG dan Stakeholders' pada awal Februari 2025.
"Ini lebih pada memudahkan masyarakat dan para pemangku kepentingan mengakses informasi perkiraan cuaca daerah-daerah yang masuk kategori rawan longsor," ujarnya.
Belum lama ini Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, PVMBG merilis data daerah-daerah potensial terjadi bencana gerakan tanah kategori menengah dan menengah-tinggi.
Kategori daerah rawan bencana gerakan tanah tersebut menyebar di kecamatan-kecamatan yang ada di 15 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.