SITARO (15/2) Kualitas pengerjaan proyek perbaikan ruas jalan di Siau Kabupaten Siau Tagulandang Biaro oleh pihak kontraktor sangat rendah bahkan terkesan asal jadi.Meski tampak licin permukaannya tapi terasa bergelombang jika dilintasi kendaraan roda dua, apalagi bagi yang menggunakan mobil akan sangat terasa tidak nyaman.
"Terasa jalanan bergelombang seperti naik perahu atau kapal dalam cuaca laut kurang baik. Ini akibat pekerjaan asal jadi karena kontraktor cari untung banyak," kata Ebi Anthoni seorang penumpang angkutan umum di Ondong, belum lama ini.
Terpantau ruas jalan dari Ondong Siau Barat menyusur ke arah selatan menuju Talawid, tepatnya di ruas jalan kampung Peling hingga perbatasan kampung Peling Sawang dan Laghaeng tampak baru selesai diperbaiki tapi sangat jelas terlihat kualitas pengaspalan yang sangat rendah. Di bberapa titik terlihat jelas kerikil yang tidak terlindas baik dengan peralatan, penyebaran aspal hotmix tidak merata.
Rendahnya kualitas pengerjaan oleh salah satu kontraktor ternama di bidang jasa marga sangat mencolok pada ruas jalan tanjakan atau menurun. Permukaan jalan terlihat aspal yang tidak terlindas dengan peralatan sehingga membentuk gundukan-gundukan kecil yang menyebabkan jalanan terasa bergelombang kalau dilintasi sepeda motor.
Kondisi serupa juga terlihat dan terasa pada saat melintasi tikungan. "Mobil terasa terayun ke kiri dan ke kanan karena permukaan jalan tidak rata, sangat tidak nyaman memang berkendaraan di ruas jalan di Siau," ujar Fian seorang pengendara dari kampung Peling. Yang dirasa sedikit nyaman, menurutnya, hanya di ruas jalan Paseng sampai di Ulu Siau Timur yang merupakan jalan provinsi.
Sejumlah warga setempat menuturkan, pengerjaan proyek tidak didukung dengan peralatan dengan kapasitas memadai dan terlihat dalam keadaan yang kurang layak dioperasikan karena sering mogok. Beberapa kali pekerjaan pengaspalan terhenti karena peralatan rusak saat sedang digunakan. Bahkan saat ini ada peralatan milik kontraktor yang ditinggalkan di ruas jalan Peling Sawang karena rusak, dibiarkan di badan jalan sehingga mengganggu lalu lintas jalan.
Warga juga menyesalkan minim dan longgarnya pengawasan atas pengerjaan proyek jalan di Siau sehingga kualitas hasil pekerjaan asal jadi.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sitaro, Joickson Sagune tidak menampik penilaian rendahnya kualitas pengerjaan jalan di Siau, terutama yang baru saja selesai dikerjakan akhir tahun 2014 lalu. "Memang tidak nyaman kalau naik sepeda motor, apalagi yang pake mobil," jawabnya ringan sembari tersenyum.
Kondisi itu menurut Sagune, karena pekerja memaksakan pekerjaan malam hingga dini hari dalam kondisi pekerja tidak fit. "Ada enam truk hotmox dipaksakan didrop ke lokasi menjelang padahal pekerja sudah kelelahan. Karena materialnya sudah ada di lokasi, terpaksa mereka kerjakan sehingga hasilnya seperti itu. Ke depn akan kita perketat pengawasan," katanya.

