Logo Header Antaranews Manado

Kodam Merdeka buka akses jalan Paseng usai banjir terjadi di Pulau Siau

Sabtu, 10 Januari 2026 06:07 WIB
Image Print
Prajurit Kodam XIII/Merdeka, pemerintah daerah, dan masyarakat membuka akses jalan serta membersihkan material lumpur di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.  ANTARA/HO-Kodam XIII/Merdeka

Manado (ANTARA) - Prajurit Kodam XIII/Merdeka, pemerintah daerah, dan masyarakat membuka akses jalan serta membersihkan material lumpur usai banjir bandang di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

"Pembukaan akses jalan tersebut untuk membantu percepatan pemulihan lingkungan dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat pascabencana," kata Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel ES Lalawi di Manado, Jumat.

TNI, pemda, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa material lumpur yang menutup akses jalan dan masuk ke rumah-rumah penduduk.

Selain pembersihan, prajurit juga membantu mengevakuasi serta memindahkan perabotan warga ke tempat yang lebih aman.

"Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kerugian warga serta meringankan beban masyarakat terdampak," kata Kapendam.

Salah satu prajurit Kodam XIII/Merdeka yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran TNI merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk membantu warga semaksimal mungkin. Harapannya, akses jalan bisa segera digunakan kembali dan warga dapat beraktivitas secara normal,” ujarnya.

Kapendam menambahkan, pembukaan akses jalan dan pembersihan material lumpur di kelurahan tersebut adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam penanganan bencana dan aksi kemanusiaan.

Sebelumnya, banjir bandang melanda beberapa wilayah kelurahan/kampung (desa) di Pulau Siau pada Senin (5/1) dini hari usai diguyur hujan deras lima jam.

Selain menyebabkan 17 korban meninggal dunia dan dua warga masih dalam pencarian, banjir bandang juga memporak-porandakan permukiman dan sekitar 600-an lebih warga mengungsi.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026