Manado, (ANTARA Sulut) - Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Sulawesi Utara, akan membangun 20 gedung kembar rumah susun sewa sederhana (Rusunawa), menampung 6.896 warga yang tinggal di pengungsian.
"Warga yang berada di pengungsian tersebut berasal dari 2.211 kepala keluarga yang masih bertahan di pengungsian," kata Wali Kota Manado Vicky Lumentut di Manado, Senin.
Vicky mengatakan, gedung kembar tersebut mulai dibangun tahun ini, sementara pemerintah menyiapkan lokasi tinggal sementara bagi para korban yang tinggal pengungsian.
Ia mengatakan, gedung kembar tersebut diperkirakan akan menggunakan lahan sekitar 5.000 meter persegi, dan berisi sekitar 94 ruangan yang bisa digunakan oleh keluarga dengan jumlah anggota sekitar lima orang.
Kepala Dinas PU Manado Ferry Siwi mengatakan, gedung yang akan dibangun tersebut tidak akan jauh dari lokasi perumahan sebelumnya, sehingga warga yang dulunya bermukim di sekitar wilayah tersebut tidak merasa terlalu jauh.
"Bangunan tersebut segera dibangun dengan menggunakan dana dari APBD provinsi, kota dan pusat untuk kepentingan masyarakat," katanya.
Dengan adanya gedung tersebut, menurut Ferry, akan menjadi solusi bagi masyarakat yang bermukim di wilayah bencana, bisa tinggal di rumah susun sewa sederhana tersebut dan tidak usah kembali ke pemukiman sebelumnya.
Ia menambahkan masyarakat tidak usah takut akan kena bencana lagi, karena lokasi tinggal baru di gedung yang akan disiapkan pemerintah tersebut jauh dari lokasi banjir dan tinggi.
"Namun untuk sementara ini sambil menunggu pembangunan oleh pemerintah, warga yang masih tinggal di pengungsian akan dicarikan lokasi tinggal sementara," katanya.
Akibat bencana banjir bandang di Manado, sebanyak 78 ribu warga Manado terdampak bencana dan 6.896 jiwa hingga akhir pekan ini masih berada di lokasi pengungsian.
(guntur/@antarasulut.com)

