
Persit KCK Pengda Merdeka bantu korban banjir di Sitaro

KOTA MANADO (ANTARA) - Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Pengurus Daerah XIII/Merdeka ikut membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.
"Bantuan kemanusiaan ini didistribusikan prajurit Kodam XIII/Merdeka ke sejumlah lokasi terdampak," kata Kapendam Kolonel Inf Daniel ES Lalawi di Manado, Selasa.
Distribusi bantuan tersebut, kata dia, bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial prajurit Kodam XIII/Merdeka terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
"Bantuan yang didistribusikan tersebut sekaligus juga sebagai wujud sinergi antara prajurit Kodam XIII/Merdeka dengan Persit Kartika Chandra Kirana PD XIII/Merdeka dalam membantu sesama," kata dia.
Bantuan tersebut didistribusikan kepada korban bencana di sejumlah lokasi, antara lain Kelurahan Bahu, Kampung Peling, Kampung Batusenggo, Kampung Bumbiha, serta Kampung Laghaeng.
Ia mengatakan para prajurit turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan dari Persit KCK PD XIII/Merdeka diterima secara tepat sasaran oleh warga yang membutuhkan, khususnya masyarakat terdampak langsung bencana.
"Selama pelaksanaan kegiatan, pendistribusian bantuan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat," ujarnya.
Kehadiran prajurit Kodam XIII/Merdeka di tengah masyarakat diharapkan memberikan semangat serta meringankan beban para korban bencana.
Bantuan tersebut merupakan donasi anggota Persit KCK berasal dari berbagai satuan di jajaran Kodam XIII/Merdeka, baik di wilayah Manado maupun Gorontalo.
Paket bantuan yang didistribusikan mencakup bahan kebutuhan pokok, perlengkapan harian, serta berbagai barang penting lainnya yang dibutuhkan masyarakat untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Dia berharap, bantuan ini dapat meringankan beban warga yang saat ini sedang berjuang memulihkan kondisi kehidupan dari dampak bencana.
Hujan lebat yang mengguyur Pulau Siau sekitar lima jam menyebabkan banjir bandang di sejumlah kelurahan/kampung (desa). Sebanyak 17 korban meninggal, dua orang masih dilaporkan hilang, sejumlah rumah rusak kategori ringan sampai dengan berat, termasuk beberapa di antaranya hilang.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
