Minahasa, (Antara Sulut) - Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI-P, Vanda Sarundajang meminta pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Minahasa dari Partai PDI-P, Jantje W Sajow-Ivan Sarundajang (JWS-IVANSA), menghindari politik transaksional dan uang yang dapat mencemarkan demokrasi.
"Rasanya sedih kalau gadaikan kesejahteraan Kabupaten Minahasa hanya dengan politik transaksional atau politik uang. Sesungguhnya kita telah menggadaikan demokrasi," kata Vanda Sarundajang dalam orasi rapat terbuka kampanye Pilkada Minahasa yang digelar di Tondano, Kamis.
Dia mengatakan, jangan hanya karena Rp300 ribu atau Rp500 ribu, atau dengan lima kilogram beras kita menciderai demokrasi di tanah Minahasa sehingga sudah saatnya menyongsong perubahan.
"Pasangan ini adalah pasangan yang akan membawa perubahan bagi tanah Minahasa. Dan mereka adalah persembahan terbaik PDIP," kata dia.
Sarundajang yakin, membludaknya pendukung JWS-IVANSA yang hadir pada pelaksanaan rapat terbuka, karena ketulusan dan bukan karena paksaan.
Dia menegaskan, pasangan yang didukung sepenuhnya DPD dan DPP PDIP Sulawesi Utara, tidak melalui hasil koalisasi dengan partai lain karena pasangan ini punya kapasitas.
"PDIP tidak melakukan koalisi dengan partai lain karena sesungguhnya partai ini berkoalisi dengan rakyat Minahasa," ungkapnya.
Dia mengharapkan, pemerintah dalam melayani masyarakat dari berbagai kalangan seperti petani, nelayan, usaha kecil untuk mendapatkan bibit, pupuk dan mendapatkan pelayanan kesehatan, tidak memilah-milah apapun latar belakangnya.
"Semua harus diberikan kesempatan yang sama. Tidak pandang dari golongan atau partai mana. Apakah PDIP, hijau, putih ataupun kuning karena pemerintah bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pendukung dan simpatisan yang mengikuti rapat terbuka pasangan JWS-IVANSA yang digelar Kamis sore, sempat memerahkan pusat kota Tondano.
Ruas jalan yang melintasi depan kantor bupati Minahasa, ditutup beberapa jam dan mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian maupun TNI
(guntur/@antarasulutcom)

