Bitung,(Antara News) - Taman marga satwa Tandurusa, di Kecamatan Aertembaga Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu, tetap menjadi pesona dan diminati pengunjung.
Banyak warga ingin menikmati berbagai hewan peliharaan milik salah satu pengusaha di kota "Cakalang" , Superman Boy Gumolang, dengan menarik retribusi beragam, kendaraan roda dua Rp8000 dan mini bus mulai dari Rp50 ribu hingga Rp80 ribu.
Meskipun sejumlah warga mengeluhkan dengan harga masuk tersebut, tetapi taman satwa ini seakan memiliki nilai keindahan tersendiri dan tetap menjadi idola tujuan wisatawan.
Taman marga satwa Tandurusa banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara, karena lokasi ini memiliki hewan berjenis kera terkecil di dunia yaitu Tarsius.
Pemandu wisata, Tally mengatakan, hingga saat ini hewan Tarsius berjumlah sembilan ekor, hewan itu ditempatkan pada dua kerangkeng, dimana untuk satu kerangkeng ditempati enam ekor tarsius dan satunya lagi tiga ekor tarsius.
Hewan ini, ujar Tally, tidak diperbolehkan untuk dilihat berlama-lama oleh pengunjung, karena akan sakit sehingga bisa punah.
"Memang tidak bisa dilihat berlama-lama, kalau itu dilakukan akan mati. Entah kenapa sifatnya demikian, tapi itulah tarsius," kata Tally.
Tally mengatakan, hingga saat ini taman satwa tesebut terdapat sekitar 70-an jenis hewan, dimana lokasi ini berdiri sejak 1979 lalu.
"Taman ini sudah ada sejak 33 Tahun yang lalu, hingga kini pengelola satwa adalah bapak Boy Gumolung, yang tak lain anggota DPRD Bitung hingga saat ini," ujar Tally.
Jenis-jenis hewan yang ada, katanya, seperti aneka ular, buaya, burung dan lain sebagainya.
Tiap hari, kata Tally, tempat ini tidak sepi pengunjung, karena ada saja yang datang secara berombongan, baik dari sekolah-sekolah maupun organisasi masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Dengan adanya lokasi wisata ini, telah memberikan nilai ekonomi bagi daerah khususnya Kota Bitung.
Wakil Walikota Bitung, Maximilian J Lomban mengatakan, di Kota Bitung memiliki sejumlah objek wisata, sehingga sangat tepat bagi wisatawan untuk menjadikan Bitung sebagai tujuan wisata.
"Ada wisata pantai, wisata bawah laut yang berada di perairan selat Lembeh maupun wisata satwa yang ada di Tangkoko Bitung, serta wisata alam lainnya," ujar Lomban.
Dengan demikian, kata Lomban, Bitung nantinya akan dimanfaatkan oleh investor dalam hal mengembangkan dunia pariwisata.
"Tidak hanya potensi sumber daya perindustrian yang dikembangkan, namun kedepan potensi dalam bidang pariwisata dapat dilirik oleh investor, sehingga Kota Bitung akan menjadi dunianya pariwisata," kata Lomban.

