Centro-YTR Restorasi Terumbu Karang Pulau Bangka-Sulut

Pewarta : id pulau bangka, manado, sulut, centro, ytr, PT Tozy sentosa (Centro Parkson Department Store) bersama dengan Yayasan Terumbu Rupa (YTR)

Centro-YTR peduli terumbu karang Pulau Bangka Sulut. (1)

Manado, 19/10 (Antara) - PT Tozy sentosa (Centro Parkson Department Store) bersama dengan Yayasan Terumbu Rupa (YTR) akan melakukan restorasi terumbu karang di Pulau Bangka Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Kami melakukan kampanye sosial penggalangan dana untuk membangun alam melalui karya seni yang digabungkan dengan teknologi mineral akreasi, yaitu membuat rumah terumbu karang yang diberi nama Domus Piramidis Dugong," kata Advertising & Promotion Senior Manager PT Tozy Sentosa Pelly Sianova di Manado, Kamis.

Ia mengatakan Domus dalam bahasa Latin berarti rumah, Piramidis merupakan bentuk piramid dan Dugong sebagai hewan langka yang merupakan habitat Pulau Bangka Kampanye sosial penggalangan dana "restorasi terumbu karang Pulau Bangka" telah dilaksanakan di 16 toko centro Parkson selama empat bulan dari 27 April hingga 22 Agustus 2017 melalui penjualan kupon senilai Rp10.000.

PT Tozy Sentosa secara total menyerahkan Rp185,56 juta terdiri dari penjualan kupon senilai Rp170,56 juta dan nilai donasi perusahaan sejumlah Rp15 juta, diberikan kepada Yayasan Terumbu Rupa untuk kegiatan restorasi ini.

"Parkson Indonesia bangga dapat ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem bawah laut di Pulau Bangka, Sulawesi Utara melalui kegiatan sosial yang merupakan salah satu agenda tahunan perusahaan," jelasnya.

Kegiatan ini, katanya, bertujuan untuk membangun teknologi bawah laut melalui seni yang memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup biota laut.

Sebuah kesempatan yang menarik, acara simbolisasi ini dilakukan di store Centro Manado Town Square 3 dengan menghadirkan seniman sekaligus pendiri Yayasan Terumbu Rupa Teguh Ostenrik yang mengisahkan asal mula terbentuknya YTR dan latar belakang karya seni bawah laut ini.

Selain itu, hadir pula Kaka SLANK, musisi sekaligus pecinta lingkungan yang berbagi inspirasi seputar keterlibatannya untuk pelestarian terumbu karang dan perjuangannya menghentikan eksploitasi Pulau Bangka dengan para aktifis, relawan, pecinta lingkungan hidup dan masyarakat.

Pada tanggal 20 Oktober 2017 dilakukan penempatan Domus Piramidis Dugong di lepas pantai Pulau Bangka dalam rangkaian acara Coral Day yang telah berlangsung untuk keempat kalinya oleh mitra lokal, Yayasan Suara Pulau, sebuah aba yang bergerak di bidang edukasi dan pelestarian lingkungan hidup berbasis di Pulau Bangka Yayasan Sulawesi Utara

Domus Piramidis Dugong Seni Bawah Laut sebagai Rumah Terumbu Karang Manado. Berawal dari kontroversi izin eksploitasi bijih besi dan tambang di Pulau Bangka pada tahun 2008, beberapa aktivis dan masyarakat lokal Pulau Bangka terus berjuang untuk menghentikan kegiatan yang merusak ekosistem tersebut.

Hasilnya, pada 23 Maret 2017 proses gugatan ke Mahkamah Agung mengeluarkan surat keputusan perihal pencabutan izin usaha pertambangan dari Kementrian ESDM.

Tak terhenti di sana, usaha rehabilitasi dan restorasi alam bawah laut terutama perlu dilakukan agar keberlangsungan ekosistem segera pulih, sebagaimana data yang dikeluarkan oleh Pusat oseanografi (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dipertengahan tahun 2017 terungkap bahwa hanya sekitar 6,39 persen terumbu karang dalam kondisi sangat baik 23,4 persen, kondisi baik 35,06 persen, dan 35,15 persen kondisi rusak.***1***



(T.KR-NCY/B/A029/A029) 19-10-2017 20:24:32
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar