Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) terus membangun ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) melalui para responden di daerah tersebut.
"BI membangun ekonomi melalui data dari "responden" dengan menjalankan berbagai survei yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto, di Manado, Sabtu.
Dia mengatakan yang kemudian hasilnya digunakan untuk analisis dan perumusan kebijakan ekonomi.
Responden, katanya, baik konsumen maupun pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), memberikan informasi berharga mengenai kondisi ekonomi terkini, yang kemudian diolah BI untuk memahami tren dan pergerakan ekonomi.
Serta, katanya, memprediksi pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Dengan demikian, data survei ini menjadi kompas yang membantu BI dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan responden merupakan kunci dalam penyediaan data primer yang dibutuhkan BI untuk menganalisis kondisi ekonomi.
Data ini mencakup berbagai aspek seperti kondisi keuangan UMKM, pola belanja konsumen, hingga aktivitas dunia usaha.
BI, katanya, menyusun database dari survei yang dilakukan, misalnya Survei Laporan Keuangan UMKM (SLKU), yang bertujuan untuk mendokumentasikan kinerja keuangan UMKM di Indonesia.
BI secara rutin menggelar kegiatan Temu Responden sebagai bentuk apresiasi kepada para responden yang telah bekerja sama dalam penyediaan data, sekaligus sebagai forum untuk berbagi ilmu dan evaluasi teknis kegiatan survei.
Tahun ini, temu responden dilakukan di Kabupaten Minahasa Selatan dengan tema Bentenan yakni bangun ekonomi Sulut melalui temu responden Bank Indonesia.
Puluhan responden uqng sebagian besar pedagang pasar tradisional mengikuti Program Bentenan tahun 2025 ini.

