Minut, (Antara News) - Uap panas yang muncul dari kaki Gunung Klabat yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, hanya merupakan gas metan.
Ketua Pos Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Tangkoko, Yapi Rombot, saat di konfirmasi, Selasa mengatakan, gas yang keluar dari kaki Gunung Klabat, hanya berupa gas metan.
"Gas metan ini kemungkinan timbul dari adanya tumpukan sampah ataupun pembusukan kain yang berada di dalam tanah," ujar Rombot.
Rombot mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Bandung untuk melihat sejauh mana dampak atau kandungan gas yang muncul di kaki Gunung Klabat, tepat berada di sekitar pemukiman perumahan karyawan Aqua atau perumahan SBY, Airmadidi Atas.
"Rencananya Rabu (24/8), Badan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Bandung akan menyelidiki maupun mengukur kandungan gas yang berada di kaki Gunung Klabat tersebut," kata Rombot.
Rombot menghimbau kepada masyarakat sekitar, untuk tidak berada dekat lokasi lubang yang mengeluarkan gas.
"Karena gas tersebut ketika malam hingga pagi hari, sangat berat dan padat, sehingga akan memuai di sekitar lokasi kejadian. Bahkan gas tersebut tidak terjadi kontamidasi dengan zat lainnya, karena lebih berat dari udara, sehingga dihimbau kepada masyarakat untuk tidak berada di lokasi kejadian," kata Rombot.
Sementara itu, Ibu Vonny Montung, yang pertama kali melihat kejadian alam tersebut mengatakan, awalnya tidak menyangka ada lubang di belakang rumahnya.
"Waktu itu saya lagi memangkas rumput di belakang rumah, dan ternyata terlihat ada lubang dan mengeluarkan sedikit uap panas. Saya langsung memanggil anak bungsu saya untuk mengecek lubang apa yang sebenarnya ada disekitar rumah," katanya.
Alhasil, ujar dia, anaknya mengatakan memang ada aroma dan hawa panas yang muncul di lokasi kejadian, akhirnya pihaknya langsung melaporkannya kepada kepala lingkungan.
Kejadian itu, kata Ibu Vonny, telah berlangsung sejak 10 Agustus lalu dan baru sekarang ditanggapi pihak pemerintah maupun kepolisian.
"Dari dulu memang tidak ada lubang di sekitar rumah saya, bahkan keluarga yang pertama menempati rumah ini hanya mengatakan, tempat ini hanya sebagai penampungan kelapa," katanya.
Dari pantauan, lokasi kejadian itu telah diberi garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut pihak berkompoten.
Gunung Klabat berada sekitar 35 meter jarak tempuh Manado - Minut, dengan memiliki ketinggian sekitar 1995 meter dari permukaan laut.
Gunung Klabat ini telah dinyatakan tidak aktif lagi sejak 1.600 tahun yang lalu berdasarkan penelitian Badan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Bandung.

