Manado (ANTARA) - Badan Pusat Statistik(BPS) Sulawesi Utara(Sulut) mencatat ikan deho memberi andil inflasi sebesar 0,0599 persen, angka tersebut cukup menjadikan komoditas perikanan tersebut sebagai penyumbang terbesar inflasi Manado yang pada Juni 2021 sebesar 0,07 persen.
"Konsumsi ikan deho cukup tinggi di Sulut, sehingga saat terjadi kenaikan harga, memberi dampak signifikan terhadap inflasi," kata Kepala BPS Sulut, Asim Saputra, di Manado, Kamis.
Beruntung kenaikan harga ikan deho tersebut diimbangi penurunan harga cabai rawit yang mencatat deflasi sebesar 0,1257 persen, sehingga inflasi Manado tercipta hanya 0,07 persen.
Dengan inflasi Manado Mei sebesar 0.07 persen maka inflasi tahun kalender daerah itu jadi sebesar 1,51 persen, sementara inflasi tahunan (Juni tahun ini dibanding tahun lalu} jadi sebesar 2,41 persen.
Indeks Harga Konsumen (IHK) di Manado yakni dari 107,29 pada Mei 2021 menjadi 107,36 pada Juni 2021.
Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, empat kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,52 persen.
Kemudian, katanya, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,37 persen, kelompok transportasi sebesar 0,28 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen.
Dua kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,08 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen.
Sedangkan kelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok kesehatan, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya, kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

