Manado, (Antara News) - Sebanyak 20 finalis Nyong dan Nona Manado (NNM) 2010 menjalani karantina menjelang final pemilihan NNM tanggal 9 Juli nanti.
"Karantina merupakan salah satu tahapan yang dilakukan panitia untuk semua finalis sebelum memasuki pemilihan malam final," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manado Hendrik Waroka di Manado, Selasa.
Waroka menjelaskan dalam karantina tersebut banyak kegiatan yang sudah dijadwalkan oleh panitia untuk dilakukan dan wajib diikuti oleh semua fianlis, karena merupakan bagian dari penilaian.
Sekretaris Dinas Pariwisata Manado, Esther Mamangkey, mengatakan selama masa karantina finalis menerima pembekalan berupa tiga B yakni beauty, brain dan behavior (kecantikan, intelektualitas dan tingkah laku).
Selain itu mereka juga melakukan serangkaian kegiatan keluar seperti bakti sosial dan kunjungan ke media massa, kata Ester Mamangkey.
Karantina terhadap para finalis NNM tersebut dimulai tanggal 5 Juli di salah satu hotel bitang di Manado dan pembukaannya dilakukan oleh penjabat Wali Kota Manado Robby Mamuaja.
Panitia Pemilihan NNM, Naomi Ruru, mengatakan acara tersebut sejak bulan Juni lalu, setiap kecamatan mengirimkan utusannya untuk ikut termasuk sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bisa mengirimkan perwakilan.
Para Peserta jelas Ruru, mengikuti test tertulis hingga psikologi untuk bisa lolos masuk sampai ke babak final, yang tak lolos diumumkan sebelum masuk karantina.
Di final hanya utusan kecamatan Bunaken yang tak masuk, sebab sudah gugur di babak penyisihan, hingga di final hanya ada 10 pasang dari delapan kecamatan yakni Tuminting, Mapanget, Tikala, Sario, Wenang, Wanea dan Malalayang dan Singkil. (*)

