Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) terus meningkatkan pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) khususnya di sektor pariwisata, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
"Perkembangan layanan digital terus didorong dengan berbagai adopsi transaksi pembayaran digital di berbagai sektor khususnya pariwisata," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto, di Manado, Rabu.
Dia mengatakan hampir di semua objek wisata yang telah memiliki jaringan internet, pelan-pelan telah menggunakan QRIS.
Harus diakui, katanya, masih ada kendala dengan jaringan internet, sehingga penggunaaan QRIS sering ditiadakan.
Namun, katanya, ke depan berharap objek wisata di Sulut akan semakin terfigitalisasi, sehingga layanan digital di Sulut akan semakin tinggi.
Selain di sektor pariwisata juga digenjot Pemerintah Daerah dengan program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah ETPD-nya, transportasi, layanan sosial keagamaan, dan sektor lainnya.
Namun demikian, seiring dengan pesatnya perkembangan tersebut, tidak dipungkiri bahwa kita tetap menghadapi sejumlah tantangan seperti satunya Literasi digital dan bertransaksi secara aman yang menjadi PR bersama.
Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi ini menjadi kegiatan yang sangat strategis karena kita dapat memahami berbagai jenis kanal pembayaran beserta risikonya.

