Manado (ANTARA) - Pemerintah Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara membentuk tim percepatan penurunan angka stunting untuk optimalisasi pelaksanaan program penanganan tengkes itu di daerah setempat.
Wakil Wali Kota Bitung Hengky Honandar di Bitung, Rabu, mengharapkan Tim Audit Kasus Stunting ini bekerja secara optimal di daerah setempat.
"Kami yakin target ini akan tercapai karena kolaborasi kita semua, baik pemerintah, pengurus TP PKK Kota Bitung, Tim Audit Kasus Stunting, Duta Stunting dan Tim Relawan Stunting Kota Bitung," jelasnya.
Dia menjelaskan stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya yang berbeda.
Akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama, kata dia, anak menjadi terlalu pendek untuk usianya, diikuti dengan penurunan kemampuan kognitif dan risiko tinggi masa depan sehingga menghasilkan angkatan kerja yang tidak kompetitif.
"Stunting menjadi salah satu persoalan yang harus diselesaikan untuk mencapai pembangunan SDM yang berkualitas, dinamis, terampil, serta menguasai iptek sehingga dalam visi dan misi kerja lima tahunan pemerintah sangat memprioritaskan penyelesaian stunting di Indonesia,” kata Hengky.
Percepatan penurunan stunting di Indonesia, lanjut dia, adalah peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan sensitif di berbagai level pemerintah.
Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting memberi penekanan pada pentingnya konvergensi program dan kegiatan intervensi dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting 14 persen pada tahun 2024.
“Salah satu pembaruan strategi percepatan penurunan stunting adalah pendekatan keluarga melalui pendampingan keluarga berisiko stunting untuk mencapai target sasaran yaitu calon pengantin pasangan berusia subur, ibu hamil dan menyusui sampai dengan pascapersalinan dan anak usia 0-59 bulan,” katanya.
Hengky juga menyampaikan pendamping keluarga terdiri atas bidan/perawat, kader PKK serta kader Keluarga Berencana yang akan mengawal proses percepatan penurunan stunting dari hulu terutama dalam pencegahan.
“Untuk itu kami berharap, rapat kerja dan pengukuhan ini dapat bermanfaat dan menjadi momen sinergitas dan komitmen kita semua secara bersama melakukan intervensi dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kota Bitung,” katanya.

