Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk Gaza, di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis siang waktu setempat.
Presiden Prabowo turut menandatangani piagam tersebut bersama para pemimpin negara lainnya, yang menjadi penanda bahwa Dewan Perdamaian Gaza resmi dinyatakan sebagai organisasi internasional.
Berdasarkan tayangan langsung melalui akun YouTube The White House yang disaksikan dari Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo yang mengenakan setelan jas dan peci hitam, melakukan penandatanganan piagam Dewan Perdamaian di sisi kiri Presiden Trump.
Presiden Trump selaku pemimpin Dewan Perdamaian dan inisiator, diapit oleh Presiden Prabowo di sisi kiri dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di sisi kanan, yang turut menandatangani piagam secara bersamaan.
Di sela-sela penandatanganan itu, Presiden Trump sempat mengeluarkan kelakar di hadapan awak media sehingga Presiden Prabowo dan PM Orban sempat tertawa ringan.
Presiden Trump juga sempat memerhatikan Presiden Prabowo yang tengah membubuhkan tanda tangan di atas piagam.
Saat penandatanganan dokumen selesai, Presiden Trump menjabat tangan dan menepuk punggung Presiden Prabowo, seakan memperlihatkan hubungan baik kedua pemimpin.
Presiden Trump kemudian menyaksikan Presiden Prabowo dan PM Orban memperlihatkan dokumen yang sudah mereka tandatangani.
Selain Indonesia dan Hungaria, sejumlah pimpinan negara lain juga melakukan penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian, yakni Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Hungaria, Indonesia, Yordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.
Adapun. keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian bertujuan menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-state solutions), bukan menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak rakyat Palestina.
Indonesia akan menggunakan partisipasi ini untuk menyuarakan posisi prinsipil terkait penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan, dan pemulihan tata kelola sipil Palestina yang sah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dewan Perdamaian Gaza, yang dibentuk oleh Trump, merupakan tindak lanjut atas Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza yang didukung dalam Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Trump telah mengumumkan rencana pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sejak minggu lalu dan mengundang pemimpin sejumlah negara untuk bergabung.
Trump menjelaskan Dewan Perdamaian Gaza itu dapat menjadi "otoritas sementara" di Gaza, Palestina, yang di antaranya bertugas untuk mengawasi mobilisasi sumber daya internasional untuk rakyat Palestina di Gaza.

