Tomohon, (Antaranews Sulut) - Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) berharap permainan tradisional anak kembali dihidupkan agar tidak tenggelam digerus modernisasi.
"Permainan-permainan tradisional ini bila dimainkan akan membuat anak-anak bahagia," kata Sekretaris Daerah Kota Tomohon Harold V Lolowang di Tomohon, Rabu.
Ada beberapa permainan tradisional yang akrab dimainkan anak-anak di antaranya lompat tali, "ba taon" (hadangan), "ba kopi", serta "ba kompo", namun mulai jarang dimainkan.
Karena itu, Lolowang berharap forum atau gugus tugas anak yang akan dibentuk di kelurahan mengidentifikasi permainan-permainan tradisional anak yang ada di Kota Tomohon.
"Lewat forum atau gugus tugas kelurahan yang dibentuk nanti diharapkan dapat mengembangkan permainan anak di dalamnya ada permainan tradisional anak," katanya.
Sebab menurut dia, anak merupakan masa depan bangsa sehingga menjadi kewajiban generasi saat ini menjadikan mereka lebih berkualitas.
Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tomohon dr Olga Karinda MKes mangatakan, pembentukan forum atau gugus tugas anak kelurahan merupakan bagian dalam mewujudkan "Kota Layak Anak".
Selanjutnya, Ketua Panitia Peringatan Hari Anak Nasional Kota Tomohon Cristo Eman menjelaskan, Lembaga Perlindungdan Anak akan menggelar lomba kelurahan ramah anak.
"Kelurahan ramah anak adalah kelurahan yang peduli dengan menyediakan sarana atau keperluan yang aman dan nyaman untuk mereka," katanya.**4***
(T.K011/B/G004/G004) 28-03-2018 08:32:29

