Manado (ANTARA) - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memperkuat transisi energi bersih melalui implementasi sistem digitalisasi rantai pasok biomassa berbasis marketplace.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan marketplace biomassa ini merupakan platform digital yang menghubungkan penyedia biomassa lokal seperti petani, koperasi, dan pelaku UMKM dengan unit pembangkit listrik berbasis cofiring.
"Aplikasi ini memungkinkan proses transaksi, distribusi, dan pelaporan biomassa dilakukan secara transparan, real-time, dan terintegrasi dengan sistem operasional pembangkit," jelasnya.
Platform, yang dikembangkan PT PLN Energi Primer Indonesia PLN EPI, mulai dioperasikan di PLTU Adipala, Cilacap, yang dikelola Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jawa Tengah 2 Adipala.
Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi besar PLN Group dalam mempercepat transformasi energi nasional menuju sistem yang lebih hijau, efisien, dan inklusif.
Rizal menyampaikan bahwa digitalisasi biomassa merupakan tonggak penting dalam pengelolaan energi primer yang berkelanjutan.
"Kami melihat biomassa sebagai peluang strategis, bukan hanya untuk diversifikasi energi, tetapi juga untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam ekosistem energi nasional," sebutnya.
Ia melanjutkan digitalisasi melalui marketplace ini memungkinkan proses yang lebih transparan, efisien, dan berdampak langsung bagi ekonomi lokal.
Sebagai operator pembangkit, PLN Indonesia Power memainkan peran sentral dalam memastikan kesiapan infrastruktur, sistem pembakaran, serta pelatihan SDM untuk menyerap biomassa secara optimal.
PLTU Adipala menjadi salah satu unit pionir yang telah mengadopsi cofiring biomassa dan kini menjadi lokasi percontohan integrasi marketplace dalam operasional pembangkit.
"Digitalisasi ini bukan hanya soal efisiensi operasional, tapi juga tentang menciptakan ekosistem energi yang lebih inklusif. Kami ingin memastikan bahwa transisi energi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar pembangkit," tambah Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Indonesia Power Hanafi Nur Rifa'i.
Aplikasi ini dikembangkan oleh PLN EPI sebagai bagian dari strategi digitalisasi rantai pasok energi primer.
Dengan sistem ini, penyedia lokal dapat menjual limbah organik seperti sekam padi, serbuk gergaji, atau tandan kosong sawit secara langsung ke pembangkit, tanpa perantara, dengan harga yang lebih adil dan proses yang lebih cepat.
"Marketplace ini membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa biomassa tidak hanya menjadi solusi energi, tapi juga sumber penghidupan baru," jelas Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir.
Petani dan pelaku UMKM kini memiliki pasar baru untuk limbah organik yang sebelumnya tidak bernilai. Terbentuknya ekosistem bisnis baru di sekitar pembangkit, seperti jasa pengeringan, penggilingan, dan logistik biomassa.
Digitalisasi biomassa melalui marketplace adalah inovasi teknologi serta langkah strategis PLN Group dalam membangun masa depan energi yang lebih hijau, adil, dan inklusif.
"PLN Indonesia Power, bersama PLN EPI dan seluruh entitas PLN Group, terus memperkuat kolaborasi untuk memastikan bahwa transisi energi tidak hanya terjadi di pusat, tetapi juga dirasakan manfaatnya hingga ke masyarakat," sebut Rizal.

