Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mendukung Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) guna mempercepat realisasi investasi melalui promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO).
"Melalui promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO) akan dipromosikan ke berbagai investor strategis di dunia internasional," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto, dalam kegiatan North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) 2025, di Manado, Jumat.
Dia mengatakan hal ini sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut.
"Upaya yang kami lakukan melalui program RIRU telah berjalan untuk beberapa proyek yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulut," kata Joko.
Dalam hal substansi, katanya, pihaknya memfasilitasi penguatan analisa proyek dalam bentuk prospektus, proyeksi keuangan, pembuatan video publikasi, dan studi visit untuk berbagai proyek strategis, yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bitung, Danau Linow, dan Refuse Derived Fuel (RDF) Bolmong.
Dia menjelaskan IPRO adalah sebuah bentuk informasi tentang potensi dan peluang investasi bidang usaha tertentu, komoditas tertentu dan lokasi tertentu, sehingga informasi ini sudah sangat lengkap beserta dukungan daerah dimana lokasi tersebut.
Dengan IPRO calon investor tinggal melihat kesesuaian target usaha dan lokasi yang ditawarkan, tidak perlu lagi mencari-cari lahan, peluang pasar dan sumber daya, sarana prasarana sebagai pendukung yang sangat penting untuk penanam modal.
Di dalam IPRO juga diinformasikan status lahan, fungsi lahan, kepemelikan lahan dan keamanan lokasi yang akan digunakan berserta peta dan titik ordinatnya sehingga investor tidak perlu kwatir lagi terkait status lahan yang akan digunakan.
Hal ini yang selama ini menjadi kendala paling besar dalam sebuah investasi, dengan adanya IPRO dapat mengurangi kendala investasi.

