Manado (ANTARA) - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim saat kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengatakan Program Ketahanan Pangan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut dapat direplikasi.
"Ini (program ketahanan pangan) bisa direplikasi oleh UPT lain di seluruh Indonesia," kata Wamen Silmy Karim saat mengunjungi lokasi Program Ketahanan Pangan Rudenim di Manado, Kamis.
Saat mengunjungi rudenim, Silmy didampingi Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut Ramdhani dan melihat langsung budi daya ikan lele, green house hidroponik sayur kangkung, ternak ayam dan bebek petelur, tanaman jagung, serta ketela pohon.
“Ini adalah contoh terbaik dari implementasi AstaCita dan Program Akselerasi Menteri, khususnya dalam hal pemberdayaan dan kemandirian," katanya.
Program ketahanan pangan, menurut dia, bukan sekedar memenuhi kebutuhan pangan untuk internal. Namun menjadi bentuk pemberdayaan, pengelolaan sumber daya lokal, serta langkah nyata mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selesai meninjau Rudenim Manado, Wamen Imipas mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas | TPI Manado untuk melihat langsung fasilitas dan pelayanan keimigrasian, mulai dari ruang layanan paspor, ruang tunggu publik, serta menyempatkan berdialog langsung pengguna layanan untuk mendapatkan masukan atas kualitas pelayanan yang diberikan.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut Ramdhani menyampaikan berbagai capaian kinerja dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) keimigrasian yang berada di bawah koordinasi Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut.
Capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi dan kerja keras seluruh jajaran di lapangan sambil terus berupaya agar setiap UPT mampu memberikan pelayanan yang cepat, akurat, dan berintegritas.
“Ini bukan hanya kunjungan seremonial, tetapi merupakan momen penting untuk menguatkan komitmen, memperbaiki sistem kerja, dan mempercepat pelaksanaan tugas keimigrasian secara profesional dan terintegrasi,” ungkapnya.
Wamen Imipas Silmy Karim menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan orientasi pada pelayanan masyarakat dalam menjalankan tugas keimigrasian.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Wamen adalah komitmen untuk mengimplementasikan 13 program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta menyoroti pentingnya membangun citra positif melalui kinerja nyata.
"Kita harus mampu menceritakan kisah keberhasilan kita, bukan sekadar pencitraan, tetapi bukti konkret pengabdian," ujarnya.
Wamen mengajak para pegawai untuk secara proaktif mempublikasikan pencapaian dan kontribusi mereka dalam mendukung pembangunan nasional.

