Senin, 24 Juli 2017

Jika INR Dampingi JWS, Sumaiku: Malapetaka Bagi Partai Golkar

id Jika INR Dampingi JWS, Sumaiku: Malapetaka Bagi Partai Golkar
Jika INR Dampingi JWS, Sumaiku: Malapetaka Bagi Partai Golkar
Jantje W. Sajow dan Imelda N. Rewah.(1)
Apapun alasannya, Golkar akan berusaha agar INR tidak diakomodir mendampingi JWS. Karena jika itu terjadi, ini malapetaka bagi Partai Golkar
Tondano (AntaraSulut) - Dua srikandi yang kini disebut-sebut bakal mendampingi Jantje W. Sajow (JWS) sebagai calon wakil bupati dalam pertarungan Pilkada Kabupaten Minahasa 2018 mendatang. Sebut saja Imelda Nofita Rewah (INR) bersama Jeany Mumek (JM).

Kualitas kedua srikandi ini pun patut diperhitungkan. Belum lagi, INR yang notabenenya kader Partai Golkar sementara JM dari kader PDI Perjuangan. Bahkan, dari rekam jejak serta keterwakilan masing-masing daerah pilihan (dapil) pun memiliki basis massa yang cukup besar. Sekarang, siapakah dari kedua srikandi ini yang paling ditakuti Partai Golkar?

Perlu diketahui, sebagai kader Partai Golkar, INR merupakan anggota Dekab Minahasa peraih suara terbanyak di dapil empat. Sementara JM yang adalah kader PDIP sekaligus anggota Deprov Sulut dari dapil tiga selaku pengganti antar waktu (PAW) Steven Kandouw.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik sekaligus mantan kader Partai Golkar James Sumaiku menilai, dari dua srikandi tersebut, tentu saja yang paling ditakuti oleh Partai Golkar adalah INR. Mengapa INR? Selain karena popularitas INR kini sementara terkenal, hanya INR yang dianggap Golkar bakal menjadi petaka jika jadi berpasangan dengan JWS.

"Apapun alasannya, Golkar akan berusaha agar INR tidak diakomodir mendampingi JWS. Karena jika itu terjadi, ini malapetaka bagi Partai Golkar," sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan Sumaiku, berbagai cara dilakukan untuk menghadang INR, mulai dari menyebar gosip keluarga INR, gosip INR punya hubungan khusus dengan JWS serta beragam gosip lainnya yang terus diangkat supaya INR gagal menjadi calon wakil bupati pendamping JWS.

"Apalagi di Sulut mayoritas masyarakatnya tidak lagi melihat itu, yang sifatnya hanya cerita saja alias gossip. Buktinya ada beberapa calon perempuan waktu Pilkada lalu, difitnah habisan-habisan oleh lawan politik, tapi hasilnya? rakyat tetap pilih kan? Rakyat hanya butuh komitmennya, untuk bangun daerah, itu yang paling penting," terangnya.
 
"Saya teman JWS yang sering mendampinginya saat mengunjungi masyarakat, apakah itu pelantikan hukum tua, pelayanan ibadah, serta acara lainnya. Memang di beberapa kesempatan INR selalu hadir, namun saya tidak melihat ada yang aneh. Justru melihat INR hadir hanya dalam kapasitas dia sebagai anggota dewan juga dalam kaitan dia untuk berpromosi saja," jelasnya.

Selain itu, menurut Sumaiku, semua cara yang digunakan untuk merusak nama baik INR ataupun JWS, sudah tidak laku di Minahasa. Bahkan, tidak akan mempengaruhi elektabiltias INR yang kini berada hampir sejajar dengan calon lainnya. Apalagi ketika INR terakomodir untuk menjadi pendamping JWS, maka dipastikan INR bakal segera bergabung dengan PDIP. Belum lagi, Kabupaten Minahasa bakal mengukir sejarah baru bahwa untuk pertama kalinya wanita bisa menjadi wakil pemimpin daerah.

"Hanya memang kepastian diakomodirnya INR harus menunggu mekanisme yang berlaku diinternal PDIP, termasuk juga harus bersaing dengan JM serta calon wakil bupati yang juga tengah diorbitkan yakni Jeffry R. Korengkeng (JRK)," katanya.

Dirinya pun menilai, ketika INR disandingkan dengan JWS, maka PDIP akan kembali mengulang sejarah merekrut orang yang ‘terzolimi’ di Golkar yang akhirnya menjadi pemenang dalam Pilkada.

"Dulu JWS dizolimi, tapi akhirnya apa? kan bisa menang. Sekarang INR juga dizolimi dan dipasangkan dengan JWS yang kini sudah menjadi kader asli serta Ketua DPC PDIP Kabupaten Minahasa, maka sudah pasti kemenangan besar akan diraih PDIP," ungkapnya.

Tolak ukur mengapa kemenangan besar ada di dapil empat terutama Langowan, karena selain INR menjadi satu-satunya calon yang berasal dari Langowan, yang mengoleksi kurang lebih 35 ribu pemilih, juga didukung dengan adanya pembangunan infrastruktur jalan dan taman yang kini sementara dan sudah dilakukan oleh JWS di Langowan.

"Memang tidak 100 persen pemilih di dapil empat akan memilih INR, namun menyatunya JWS dan INR, bakal mengawinkan dua dapil terbesar yakni dapil satu dan dapil empat. Jika kedua dapil tersebut menyatu maka kemenangan sudah didepan mata," kuncinya.

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga