Minggu, 20 Agustus 2017

Gubernur: Jangan Takut Berinvestasi Ke Sulawesi Utara

id pemprov sulut
Gubernur: Jangan Takut Berinvestasi Ke Sulawesi Utara
Gubernur Olly Dondokambey (1)
Investasi merupakan tumpuan utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu investor baik dari dalam dan luar negeri tidak perlu khawatir atau takut berinvestasi ke daerah,
Manado, (Antara) - Gubernur Olly Dondokambey mengajak investor tidak takut menanamkan investasinya di Sulawesi Utara (Sulut) karena pemerintah daerah akan memberikan kemudahan.

"Investasi merupakan tumpuan utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu investor baik dari dalam dan luar negeri tidak perlu khawatir atau takut berinvestasi ke daerah," kata Gubernur di Manado, Senin.

Gubernur menegaskan, investor tidak perlu khawatir mengurus perizinan karena pemerintah daerah membuka diri terhadap investasi, apalagi bila ingin menanamkan modalnya di bidang pariwisata.

"Seluruh investor akan dibuat nyaman, sepanjang tidak melanggar aturan hukum yang berlaku di Indonesia," ujarnya.

Investasi yang masuk ke provinsi berpenduduk lebih dari 2,5 juta itu diharapkan tidak merusak lingkungan, apalagi pemerintah daerah bersama DPRD telah membuat perda zonasi.

Menurut Gubernur, pembangunan sektor pariwisata di Sulut menjadi perhatian serius karena memberikan akumulasi manfaat yang ikut berkontribusi langsung bagi peningkatan daya saing daerah yang tergambar dalam "Sapta Cipta" Pembangunan Daerah 2016-2021.

"Salah satu poinnya adalah mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing," imbuhnya.

Pada bulan November-Desember 2016, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut yang melalui Bandara Sam Ratulangi sebanyak 4.270 orang, jumlah ini meningkat 229,22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.428 orang.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan salah satunya didorong terbukanya penerbangan langsung dari sejumlah kota di Tiongkok ke Manado sejak awal Juli 2016.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang melalui Manado hingga November 2016 mencapai 36.804 orang, sedangkan pada Desember 2016 lebih dari 40.000 orang.***3***





(T.K011/B/G004/G004) 20-03-2017 17:36:06

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga