
Karantina Sulut pastikan sapi kurban bantuan Presiden bebas PMK

Manado (ANTARA) - Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto mengatakan hasil uji laboratorium menyatakan seluruh sapi bantuan Presiden bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks dan brucellosis.
"Seluruh prosedur karantina dijalankan secara runtut agar tidak ada potensi penyebaran penyakit antar wilayah. Pemeriksaan fisik kembali dilakukan secara langsung sesaat sebelum sapi-sapi tersebut dinaikkan ke atas kapal," kata Agus di Manado, Selasa.
Selain melakukan pemeriksaan sapi bantuan Presiden, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap sapi bantuan dari Gubernur Sulawesi Utara yang akan dikirimkan menuju Siau.
Agus menegaskan pemeriksaan berlapis ini merupakan bagian dari tugas karantina dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan hewan di Sulawesi Utara.
Ia menerangkan pada periode Idul Adha tahun ini, Karantina Sulawesi Utara telah melakukan pemeriksaan terhadap pengiriman kambing sebanyak ekor ekor ke wilayah Kepulauan Sangihe, 29 ekor sapi ke Sitaro, dan pemasukan 16 ekor sapi dari Jailolo ke Bitung.
"Seluruh sapi yang dikirim berada dalam kondisi prima. Berdasarkan pemeriksaan akhir, tidak ditemukan adanya gejala atau tanda-tanda penyakit pada hewan-hewan sehingga dipastikan aman untuk dikonsumsi masyarakat sebagai hewan kurban," kata Agus.
Dari pengawasan ketat tersebut, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Talaud diharapkan dapat merayakan hari raya kurban dengan tenang menggunakan bantuan sapi dari presiden.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulawesi Utara mengawal ketat proses pengiriman sapi bantuan dari Presiden Prabowo Subianto menuju Kabupaten Kepulauan Talaud melalui Pelabuhan Likupang.
Pemeriksaan yang dilakukan untuk mencegah penularan penyakit menular yang kerap menyerang hewan ternak serta memastikan proses pengiriman memenuhi standar kesehatan yang ketat, termasuk periksaan laboratorium.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
