Logo Header Antaranews Manado

Karantina Sulut-Ditpolairud musnahkan ratusan ekor ayam dari Filipina

Rabu, 15 April 2026 21:20 WIB
Image Print
Petugas Karantina Sulut memusnahkan seratusan ekor ayam Filipina tanpa dokumen yang diduga berpotensi menyebarkan flu burung. ANTARA/HO-Karantina Sulut

Manado (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sulawesi Utara, Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Direktur Kepolisian Perairan Polda Sulut memusnahkan 102 ekor ayam ilegal asal Filipina.

"Komoditas ini merupakan hasil tangkapan DIT Narkoba Polda Sulut saat pemantauan di Pantai Kima Bajo pada 11 April 2026 lalu," kata Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto di Manado, Rabu.

Agus Mugiyanto menjelaskan, Filipina masih berstatus zona merah wabah flu burung tingkat tinggi (Highly Pathogenic Avian Influenza/HPAI) sesuai keterangan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia/OIE, sehingga pemasukan ayam ilegal dari negara tersebut sangat rentan menularkan penyakit.

"Unggas selundupan ini masuk tanpa dokumen karantina dari negara asalnya, jadi kondisi kesehatannya tidak terjamin. Sesuai prosedur Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, unggas ini perlu dimusnahkan untuk melindungi dan menyelamatkan kesehatan ternak lokal," jelas Agus.

Sesuai Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12426/KR.120/K/04/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kejadian Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di Filipina, Indonesia menutup akses pemasukan bagi unggas-unggas asal Filipina, sebagai perlindungan terhadap industri peternakan lokal dan kesehatan masyarakat dari ancaman wabah flu burung.

"Sekali saja virus ini masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal, kondisi ekonomi dari peternak kita bisa lumpuh,” katanya menambahkan.

Proses pemusnahan dilakukan dengan standar biosekuriti yang ketat dengan menerapkan asas kesejahteraan hewan.

Ayam-ayam tersebut disembelih lebih dulu, kemudian dibakar dan residunya ditimbun di lokasi yang aman, dengan dilapisi cairan disinfektan.

"Langkah berlapis ini kami ambil untuk memastikan tidak ada risiko penyebaran penyakit, dan kami pastikan proses ini tidak akan mencemari lingkungan sekitar," tutup Agus.

Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Sulut Karel Tangay menyebutkan, tindakan pemusnahan ini adalah hasil sinergi yang solid antarinstansi untuk memastikan tidak ada risiko penyebaran penyakit dari komoditas ilegal.

“Ketiga pelaku merupakan warga negara asing (WNA) asal Filipina. Tersangka yang terlibat dalam penyelundupan saat ini diamankan dan ditahan pihak berwajib untuk diproses hukum,” tambahnya.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026