
KGPM gandeng BI edukasi CBP Rupiah di Motoling

Manado (ANTARA) - Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) menggandeng Bank Indonesia (BI) melakukan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada Wanita Kaum Ibu (WKI) di Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulut.
"Kami melakukan kegiatan Lomba Story Telling CBP Rupiah dalam rangka Hari Komisi Wanita Kaum Ibu (KWKI) KGPM Sidang Torsina Motoling yang jatuh pada 25 Mei," kata Ketua Jemaat KGPM Sidang Torsina Motoling Rinni Rawis, di Motoling.
Dia mengatakan lomba kali ini bekerja sama dengan BI dalam rangka meningkatkan pemahaman CBP Rupiah kepada WKI.
"Walaupun WKI sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga namun harus tetap diedukasi tentang rupiah, karena setiap hari berhubungan dengan uang," katanya.
Ketua KWKI KGPM Torsina Motoling Pnt Evie Werung mengatakan WKI perlu mendapatkan sosialisasi tentang CBP Rupiah, karena setiap hari mereka menggunakan alat pembayaran ini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Jika WKI Torsina Motoling memahami betul tentang rupiah, pasti akan terhindar dari uang palsu," katanya.
Hal senada juga dikatakan Sekretaris KWKI Torsina Motoling Grace Mamesah bahwa perlakukan uang Rupiah dengan baik, karena merupakan lambang negara.
"Ibu-ibu biasanya yang memegang kendali keuangan keluarga, sehingga sangat perlu untuk diedukasi," katanya.
Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto mengatakan Bank Indonesia merupakan Bank Sentral Indonesia.
Sebagai lembaga negara, katanya, Bank Indonesia memiliki tujuan yaitu mencapai dan menjaga kestabilan nilai Rupiah. Dengan itu, Bank Indonesia mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mengikuti kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Cinta Rupiah, katanya, merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain Rupiah, memperlakukan Rupiah secara tepat, menjaga dirinya dari kejahatan uang palsu.
"Ada tiga cinta rupiah yakni dengan mengenali, merawat dan menjaga," katanya.
Kemudian, katanya, Bangga Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang SAH, simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa.
"Ada tiga hal kenapa kita harus Bangga Rupiah karena sebagai, simbol kedaulatan, pembayaran yang sah serta pemersatu bangsa," jelasnya.
Paham Rupiah merupakan perwujudan kemampuan masyarakat memahami peran Rupiah dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi, dan fungsinya sebagai alat penyimpan nilai kemampuan.
"Maka ada tiga yang harus dipahami dalam bertransaksi, berbelanja dan berhemat," jelasnya.
Pewarta : Nancy Tigauw
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
