Logo Header Antaranews Manado

PT Elang Nusantara Air bantu keluarga korban pesawat

Selasa, 2 Desember 2014 19:36 WIB
Image Print
Puing pesawat diamankan di kantor Bakorkamla Kema, Minut (1)
Nuryanto mengakui pesawat tersebut bermuatan pupuk untuk digunakan di perkebunan Lere Papua

Minahasa Utara, (AntaraSulut) - PT Elang Nusantara Air akan membantu keluarga korban jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan PK. ELR type thrush 510 di perairan Minahasa Utara pada koordinat 01 derajad 21` 53" N dan 125 derajat 07` 30" E sekitar satu mil dari pantai Firdaus Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.

"Bagaimana pun kondisi dua korban itu tidak menjadi masalah karena sudah kewajiban perusahaan untuk membantu keluarga korban," kata Kepala Operasi PT Elang Nusantara Air Nuryanto, di Minahasa Utara, Selasa.

Nuryanto mengatakan menyedihkan atas jatuhnya pesawat yang ditunggangi dua karyawan PT Elang Nusantara Air masing-masing Ronny Jastril (Pilot) dan Fian Sophian (Mesinis) yang telah bekerja sekitar empat sampai lima tahun itu.

"Kejadian ini sungguh tak terduga. Padahal pesawat itu kondisinya masih baru. Dari delapan armada pesawat yang dimiliki PT Elang Nusantara Air yang bermarkas di Kalimantan, baru kali ini kejadian demikian," katanya.

Nuryanto mengakui pesawat tersebut bermuatan pupuk untuk digunakan di perkebunan Lere Papua.

"Seperti kegiatan yang biasa dilakukan, pesawat itu akan diterbangkan dari arah Gorontalo ke Ternate dan akan melakukan kegiatan pemupukan perkebunan kelapa sawit di Papua, tapi kali ini kejadiannya berbeda," katanya.

Akibat cuaca buruk kata dia, pesawat itu mengalihkan penerbangan ke bandar udara Sam Ratulangi, namun sebelum sampai di tujuan pesawat sudah putus kontak dan terjatuh di perairan Minahasa Utara.

Selaku manajemen perusahaan, memohon maaf atas kejadian tersebut. Sampai saat ini dua korban sedang dalam pencarian tim gabungan Sulawesi Utara.

Keluarga korban kata Nuryanto, sudah dihubungi oleh manajenen PT Elang Nusantara Air atas kejadian ini.



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026