
Arla Ailani rela tumbuhkan bulu ketiak untuk peran film "Gudang Merica"

Jakarta (ANTARA) - Aktris Arla Ailani menunjukkan totalitas akting dalam film terbaru garapan sutradara Imam Darto berjudul "Gudang Merica" dengan memenuhi tuntutan untuk menumbuhkan bulu ketiak selama satu setengah bulan demi memperkuat karakter yang dimainkannya.
"Iya, sempat diminta untuk menumbuhkan bulu ketiak. Terus tiba-tiba juga diminta rambutnya diperming (dikeriting). Wow, oke. Banyak ya permintaannya sutradarto (panggilan untuk sutradara Imam Darto) ini," kata Arla usai acara pemutaran film "Gudang Merica" di Jakarta, Selasa.
Arla mengungkapkan bahwa instruksi tersebut datang langsung dari Imam Darto saat proses pra-produksi atau pembacaan naskah (reading). Demi menjaga keaslian karakter yang diinginkan sutradara, ia harus membiarkan bulu ketiaknya tumbuh secara alami tanpa dicukur selama berminggu-minggu sebelum proses pengambilan gambar dimulai.
Sutradara film "Gudang Merica", Imam Darto, mengonfirmasi bahwa detail tersebut merupakan bagian dari visi artistiknya agar karakter yang diperankan Arla terlihat lebih organik di layar lebar. Ia menegaskan bahwa hal tersebut murni rambut asli dan bukan bantuan properti tambahan.
"Percaya atau tidak itu bulu katanya asli ya, bukan properti. Waktu itu kan aku nanya sama Arla, waktu lagi reading masih ada waktu satu setengah bulan, 'kamu bulu ketiaknya masih bisa ditumbuhin nggak?' dia jawab bisa," ujar Darto.
Menanggapi tuntutan peran yang unik tersebut, Arla mengaku segera melakukan perawatan kecantikan setelah seluruh proses syuting dinyatakan selesai.
"Begitu syuting berakhir, aku langsung appointment untuk perawatan IPL (Intense Pulsed Light)," ujar Arla.
Selain Arla Ailani, film produksi MVP Pictures ini juga dibintangi oleh jajaran aktor dan komedian lintas generasi seperti Ardhito Pramono, Zulfa Maharani, Beni Siregar, Fatih Unru, hingga Rizky Inggar.
Film yang akan tayang tanggal 21 Mei ini mengisahkan Razi yang diperankan Ardhito Pramono bersama tiga mahasiswa kedokteran lain saat menjalani masa koas. Mereka kemudian menghadapi rangkaian peristiwa menegangkan usai salah satu pasien meninggal dunia.
Pewarta : Farika Nur Khotimah
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
