Dirjen: Tantangan konservasi alam harus dihadapi
Kamis, 30 Agustus 2018 7:55 WIB
Manado, (Antaranews Sulut) - Tantangan melakukan konservasi terhadap alam hingga saat ini masih banyak yang harus dihadapi dengan serius, kata Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno.
"Saat ini upaya konservasi alam masih menghadapi banyak tantangan," kata dia di Bitung, Rabu.
Wiratno mengatakan tantangan itu, antara lain berkurangnya tutupan vegetasi alami di kawasan konservasi terestrial seluas 10 persen karena penggunaan lain.
Selain itu, usulan wilayah adat di kawasan konservasi seluas 1,6 juta hektare, dimana 1,3 juta hektare berada di taman-taman nasional.
Kerusakan terumbu karang karena turisme massal, penggunaan bom, dan kegiatan destruktif lainnya yang masih banyak terjadi.
Ia juga mengatakan tentang tantangan menyangkut peningkatan konflik manusia-satwa liar, perburuan dan perdagangan satwa, terutama gajah, harimau sumatera, orang utan, dan berbagai jenis burung.
Wiratno menuturkan tentang komitmen pemerintah dalam menjaga kawasan konservasi di mana hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah karena mensyaratkan kepemimpinan yang kuat dan konsisten.
Selain itu, katanya, menyeimbangkan antara kepentingan pembangunan dan konservasi, serta membangun kesadaran kolektif sebagai dasar kerja-kerja kolektif multipihak dan lintas generasi.
Guna merespons berbagai perkembangan tersebu, Wiratno memberikan arahan kepada 74 UPT Ditjen KSDAE, untuk menerapkan "10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi" dan penerapan kemitraan konservasi.
"Mitra utama kita adalah pemerintah daerah dan 6.831 desa, termasuk masyarakat hukum adat, yang berada di daerah penyangga kawasan konservasi," katanya.
Hanya dengan cara ini, katanya, akan dapat meningkatkan kinerja pengelolaan kawasan konservasi sekaligus bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Jambore dan pameran konservasi alam dalam kegiatan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mulai 28-31 agustus 2018 dan diperkirakan dihadiri kurang lebih 3.000 peserta.
(T.KR-NCY/B/M029/M029) 29-08-2018 09:37:49
"Saat ini upaya konservasi alam masih menghadapi banyak tantangan," kata dia di Bitung, Rabu.
Wiratno mengatakan tantangan itu, antara lain berkurangnya tutupan vegetasi alami di kawasan konservasi terestrial seluas 10 persen karena penggunaan lain.
Selain itu, usulan wilayah adat di kawasan konservasi seluas 1,6 juta hektare, dimana 1,3 juta hektare berada di taman-taman nasional.
Kerusakan terumbu karang karena turisme massal, penggunaan bom, dan kegiatan destruktif lainnya yang masih banyak terjadi.
Ia juga mengatakan tentang tantangan menyangkut peningkatan konflik manusia-satwa liar, perburuan dan perdagangan satwa, terutama gajah, harimau sumatera, orang utan, dan berbagai jenis burung.
Wiratno menuturkan tentang komitmen pemerintah dalam menjaga kawasan konservasi di mana hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah karena mensyaratkan kepemimpinan yang kuat dan konsisten.
Selain itu, katanya, menyeimbangkan antara kepentingan pembangunan dan konservasi, serta membangun kesadaran kolektif sebagai dasar kerja-kerja kolektif multipihak dan lintas generasi.
Guna merespons berbagai perkembangan tersebu, Wiratno memberikan arahan kepada 74 UPT Ditjen KSDAE, untuk menerapkan "10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi" dan penerapan kemitraan konservasi.
"Mitra utama kita adalah pemerintah daerah dan 6.831 desa, termasuk masyarakat hukum adat, yang berada di daerah penyangga kawasan konservasi," katanya.
Hanya dengan cara ini, katanya, akan dapat meningkatkan kinerja pengelolaan kawasan konservasi sekaligus bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Jambore dan pameran konservasi alam dalam kegiatan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mulai 28-31 agustus 2018 dan diperkirakan dihadiri kurang lebih 3.000 peserta.
(T.KR-NCY/B/M029/M029) 29-08-2018 09:37:49
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Enam negara kawasan segitiga karang dorong pengelolaan kawasan konservasi laut
11 October 2024 2:45 WIB, 2024
Setelah erupsi Gunung Ruang, Pemprov akan dijadikan kawasan konservasi
29 April 2024 20:43 WIB, 2024
Sekitar 19 Ha kawasan konservasi di Sulawesi Utara terbakar saat musim kering
12 October 2023 1:30 WIB, 2023
Terpopuler - Kota Bitung
Lihat Juga
Tujuh ABK Bintang Sakti Wakatobi diselamatkan kapal Genesaret 03 di perairan Lembeh
26 September 2025 20:47 WIB
Menteri Ekraf sebut kuliner di Bitung menjanjikan dan layak tembus internasional
28 June 2025 6:07 WIB