Logo Header Antaranews Manado

Yusril tekankan prinsip keadilan restoratif di Kongres WCPP 2026

Rabu, 15 April 2026 05:32 WIB
Image Print
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memberi sambutan di sela World Congress on Probation and Parole/WCPP ke-7 di Nusa Dua, Bali, Selasa (14/4/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Nusa Dua, Bali (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menekankan prinsip keadilan restoratif pada Kongres Pemasyarakatan Dunia (WCPP) 2026 ke-7 di Bali.

Menko Yusril dalam paparannya di sela WCPP ke-7 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, menjelaskan keadilan restoratif itu guna membangun keadilan yang lebih cerdas untuk masyarakat lebih aman.

Menurut dia, keadilan pada abad ke-21 tidak semata soal hukuman penjara, melainkan mencakup pembinaan, restorasi dan reintegrasi ketika warga binaan kembali ke lingkungan masyarakat.

Untuk membangun keadilan yang cerdas, lanjut dia, keamanan masyarakat dan martabat manusia harus sama-sama diperkuat, serta teknologi dan data hadir mendukung transparansi guna menghadirkan kepercayaan publik.

Selain itu, masa percobaan dan pembebasan bersyarat serta kegiatan pemasyarakatan berbasis pendekatan komunitas juga mendukung keadilan lebih cerdas.

“Masa percobaan dan pembebasan bersyarat harus dilihat sebagai bagian dari ekosistem keamanan masyarakat, bukan malah menjadi berlawanan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, kondisi unit pelaksana pemasyarakatan di Tanah Air sebagian besar di antaranya mengalami tekanan salah satunya karena terjadi kelebihan kapasitas hunian.

Kelebihan kapasitas

Dalam paparannya, Menko Yusril menjelaskan bahwa saat ini total warga binaan lapas di Indonesia mencapai 271.725 orang atau melebihi 81 persen dari total kapasitas seharusnya mencapai 151.515 orang.

Kelebihan kapasitas di lapas/rumah tahanan negara (rutan) dapat menjadi beban yang signifikan karena mengurangi efektifitas rehabilitasi dan risiko meningkatnya potensi warga binaan menjadi residivis.

Sementara itu, Indonesia menjadi tuan rumah Kongres Pemasyarakatan Dunia terkait masa percobaan dan pembebasan bersyarat (World Congress on Probation and Parole/WCPP) ke-7 di Nusa Dua, Bali, yang salah satunya merumuskan pola pembinaan ideal kepada warga binaan di lapas.

Kongres itu dihadiri lebih dari 400 delegasi dari 40 negara yang saling berbagi pengalaman terkait pola pembinaan warga binaan.

Indonesia memiliki model pemasyarakatan yang salah satunya menekankan upaya pemberdayaan kepada warga binaan sebagai bekal mereka kembali ke masyarakat dan menekan mereka menjadi residivis.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026