Logo Header Antaranews Manado

Danrindam Cenderawasih sebut isu penutupan gereja di Jayapura hoaks

Senin, 17 November 2025 19:05 WIB
Image Print
Danrindam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma saat melakukan jumpa pers bersama awak media di Mako Rindam XVII/Cenderawasih di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (ANTARA/Agustina Estevani Janggo)

Sentani (ANTARA) - Komandan Rindam (Danrindam) XVII/Cenderawasih di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma menegaskan bahwa video penutupan ataupun pembongkaran gereja di lingkungan setempat yang tersebar melalui media sosial adalah isu yang hoaks, karena faktanya memang tidak ada.

Danrindam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma saat diwawancarai awak media di Sentani, Senin, mengatakan beredarnya video di sosial media yang digiring pada isu pembongkaran maupun penutupan gereja itu sesungguhnya tidak benar.

"Saya murni hanya ingin mengetahui kejelasan dari bangunan gereja yang ada pada lingkungan rindam, siapa yang membangun, tanahnya siapa, apakah itu hak masyarakat atau rindam, karena ini berkaitan dengan tata niaga," katanya.

Menurut Endra, dirinya hanya ingin memastikan status bangunan gereja tersebut, terutama terkait tanah dan legalitas bangunan. Sedikitpun tidak ada niatan lain.

"Setiap pembangunan harus dilengkapi izin, termasuk laporan terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Karena itu, kami menanyakan kelengkapan surat menyurat gereja dan rumah pastori," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari tiga bangunan gereja yang berada di wilayah rindam, hanya satu yang tercatat seluas 190 meter persegi. Pihaknya hanya ingin mengetahui kejelasan status tanah di lokasi berdirinya gereja tersebut.

"Jika tanah tempat gedung gereja tersebut milik masyarakat maka saya tidak akan mendekati, tetapi jika tanahnya rindam, maka akan dibuatkan surat pencatatan tanah dan bangunan, sebenarnya itu saja tujuannya," katanya lagi.

Dia menambahkan, pihaknya sama sekali tidak berniat mengintimidasi, menutup gereja ataupun mencampuri urusan agama, karena TNI itu sangat menjunjung tinggi NKRI dan tidak mungkin membubarkan tempat ibadah.

"Saya hanya ingin tahu saja, murni sebagai orang baru. Tidak ada satu kata pun dari saya untuk menutup gereja ataupun mengotak-atik agama," ujarnya lagi.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026